MITRA | Portalsulutnew.com — Kekerasan dalam rumah tangga kembali memakan korban jiwa. Seorang perempuan muda berinisial ADL (17) tewas secara tragis setelah diduga menjadi korban penganiayaan berat oleh suaminya sendiri, NM alias Noval (28), di Desa Ratatotok Dua, Senin dini hari, 13 April 2026.
Peristiwa berdarah itu terjadi di ruang privat yang seharusnya menjadi tempat paling aman: rumah tangga. Namun, justru di sanalah nyawa korban direnggut secara brutal.
Keterangan warga mengungkap, suara keributan pecah sekitar pukul 23.45 WITA. Teriakan dari dalam rumah memancing perhatian warga sekitar.
Saat didatangi, korban ditemukan tergeletak bersimbah darah dengan kondisi kritis.
Korban sempat dilarikan ke rumah sakit dalam upaya penyelamatan darurat. Namun, luka parah yang dideritanya membuat nyawanya tak tertolong.
Polisi yang menerima laporan langsung bergerak cepat. Tim Satuan Reserse Kriminal Polres Mitra mengamankan pelaku tak lama setelah kejadian, sekaligus melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengumpulkan bukti.
Kapolres Mitra, AKBP Handoko Sanjaya, mengungkapkan fakta mengerikan di balik kematian korban. Dari hasil pemeriksaan awal, ditemukan lima luka tusukan akibat senjata tajam.
“Tiga luka di bagian perut, satu di punggung, dan satu di paha kanan. Korban diduga meninggal dunia akibat kehabisan darah,” tegasnya.
Penyidik menduga kuat aksi brutal tersebut dipicu konflik rumah tangga yang memuncak. Namun, aparat kepolisian menegaskan bahwa motif pasti masih dalam pendalaman.
Kasus ini kini dikategorikan sebagai tindak pidana penganiayaan berat yang mengakibatkan kematian. Pelaku telah diamankan dan proses hukum terus dipercepat untuk segera dilimpahkan ke pihak kejaksaan.
Polisi memastikan tidak akan memberi ruang bagi pelaku kekerasan, terlebih yang terjadi dalam lingkup keluarga.
Tragedi ini menjadi potret kelam bahwa konflik dalam rumah tangga yang tidak terkendali dapat berujung fatal. Penegakan hukum kini menjadi satu-satunya jalan untuk menghadirkan keadilan bagi korban yang kehilangan nyawa di usia belia.***





