MANADO | Portalsulutnew.com – Ribuan peserta dari berbagai wilayah pelayanan Pria Kaum Bapa (P/KB) GMIM memadati lokasi pelaksanaan lomba gerak jalan Hari Persatuan (HAPSA) P/KB GMIM, Jumat (5/6/2026). Kegiatan yang menjadi salah satu agenda utama HAPSA P/KB tahun ini secara resmi dilepas oleh Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus SE.
Kehadiran Gubernur Yulius disambut antusias para peserta yang akan mengikuti kegiatan tersebut. Dengan mengibarkan bendera start, gubernur menandai dimulainya lomba gerak jalan yang diikuti dalam jumlah besar oleh perwakilan P/KB GMIM dari berbagai wilayah pelayanan.
Dalam kesempatan itu, Gubernur Yulius menegaskan bahwa gerak jalan bukan sekadar ajang kompetisi untuk mencapai garis akhir lebih cepat. Menurutnya, kegiatan tersebut memiliki makna yang lebih luas, yakni memperkuat tali persaudaraan, membangun solidaritas, dan menjaga semangat kebersamaan di tengah kehidupan bermasyarakat.
Ia mengajak seluruh peserta menjadikan HAPSA P/KB GMIM sebagai momentum mempererat hubungan antar jemaat serta memperkokoh nilai-nilai persatuan yang selama ini menjadi kekuatan masyarakat Sulawesi Utara.
Selain itu, Gubernur juga mengingatkan pentingnya menjunjung tinggi sportivitas selama perlombaan berlangsung. Ia berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan aman, tertib, dan penuh sukacita, sehingga menjadi contoh bahwa semangat kompetisi dapat berjalan seiring dengan persaudaraan.
Gerak jalan HAPSA P/KB GMIM dikenal sebagai salah satu kegiatan yang paling diminati karena mampu melibatkan ribuan peserta dari berbagai wilayah pelayanan. Tidak hanya memberikan manfaat bagi kesehatan dan kebugaran, kegiatan ini juga menjadi sarana memperkuat hubungan sosial serta membangun kekompakan antar anggota P/KB GMIM.
Sepanjang rute perlombaan, semangat kebersamaan tampak begitu kental. Sorak dukungan, yel-yel peserta, serta antusiasme masyarakat yang menyaksikan menjadi gambaran kuat bahwa HAPSA P/KB GMIM tidak hanya menghadirkan kegiatan olahraga, tetapi juga mempererat ikatan persaudaraan di lingkungan gereja dan masyarakat.***




