Yulius Selvanus Tegaskan Sulut Siap Percepat Zero Leprosy 2030, Perang Tak Hanya Lawan Kusta tapi Juga Stigma

oleh
oleh
Gubernur Sulut Yulius Selvanus menegaskan komitmen mempercepat eliminasi kusta melalui deteksi dini, pengobatan tuntas, dan penghapusan stigma demi mendukung target Zero Leprosy 2030.

JAKARTA | Portalsulutnew.com – Komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dalam mendukung program kesehatan nasional kembali ditegaskan. Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, SE, menyatakan kesiapan penuh Sulut menjadi bagian dari percepatan target Zero Leprosy 2030 atau Indonesia bebas kusta.

Pernyataan tersebut disampaikan Gubernur Yulius saat menghadiri kegiatan nasional Percepatan Eliminasi Kusta yang digelar Kementerian Kesehatan RI di Hotel Grand Sahid Jakarta, Jumat (10/7/2026).

Forum strategis itu dihadiri Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, serta para gubernur dari seluruh Indonesia.

Menurut Yulius Selvanus, perang melawan kusta tidak cukup hanya mengandalkan pelayanan medis. Tantangan terbesar justru terletak pada masih kuatnya stigma yang membuat banyak penderita enggan memeriksakan diri hingga akhirnya terlambat mendapatkan pengobatan.

“Kami di Provinsi Sulawesi Utara siap berjalan seiring dengan Pemerintah Pusat dalam mempercepat eliminasi kusta. Yang harus kita hapus bukan hanya penyakitnya, tetapi juga stigma yang selama ini membuat masyarakat takut memeriksakan diri. Semakin cepat ditemukan, semakin cepat diobati, dan semakin besar peluang untuk sembuh tanpa menimbulkan kecacatan,” tegas Gubernur Yulius.

Ia menyebutkan, edukasi kepada masyarakat harus terus diperkuat agar pemahaman tentang kusta berubah. Penyakit tersebut dapat disembuhkan secara tuntas apabila ditemukan sejak dini dan ditangani sesuai prosedur medis.

Karena itu, Pemprov Sulut akan memperkuat layanan kesehatan hingga tingkat puskesmas, mendorong deteksi dini, penemuan kasus secara aktif, pengobatan sampai tuntas, sekaligus mengajak masyarakat untuk tidak ragu melakukan pemeriksaan ketika menemukan gejala.

Gubernur Sulut juga menekankan bahwa keberhasilan eliminasi kusta membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dunia pendidikan, organisasi kemasyarakatan, hingga tokoh agama harus bergerak bersama membangun lingkungan yang inklusif dan bebas diskriminasi terhadap penyandang maupun penyintas kusta.

Langkah tersebut sejalan dengan strategi pemerintah pusat yang menitikberatkan pada penguatan sinergi nasional dalam memperluas jangkauan penemuan kasus, meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, dan menghapus stigma sosial yang selama ini menjadi hambatan utama.

Dengan komitmen bersama antara pemerintah pusat dan daerah, Sulawesi Utara optimistis mampu memberikan kontribusi nyata terhadap pencapaian target Zero Leprosy 2030, yakni mewujudkan nol penularan, nol disabilitas akibat kusta, serta nol stigma, sehingga seluruh masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan yang setara, berkualitas, dan berkeadilan.***

No More Posts Available.

No more pages to load.