Manado, Portalsulutnew.com – Seleksi pemain Elite Pro Academy (EPA) 2026 Garudayaksa FC, menjaring pesepak bola muda di wilayah Sulawesi Utara resmi berakhir dengan sukses pada Minggu (5 Juli 2026).
Kegiatan yang berlangsung secara intensif selama dua hari sejak 4 Juli 2026 ini menyedot antusiasme ratusan atlet remaja dari berbagai kabupaten/kota, termasuk Kota Manado dan Kabupaten Minahasa Utara (Minut).
Tim Teknis Pusat Garudayaksa, Coach Mukhlis Nur, memantau langsung jalannya proses penjaringan ini. Agenda ini diproyeksikan sebagai wadah pencarian potensi lokal yang nantinya akan digodok secara intensif dalam skuad utama Garudayaksa di level nasional.
Ketua Badan Liga Sepakbola Pelajar Indonesia (BLISPI) Sulut Hengky Kawalo, yang juga mantan Wakil Ketua PSSI Sulut mengungkapkan bahwa kualitas dan potensi dasar para pemain muda di Bumi Nyiur Melambai sangat menjanjikan. Selama dua hari pengamatan, tim pemantau menerapkan parameter kelulusan yang ketat.
”Pada fase awal, kami melihat kemampuan fundamental seperti passing, receiving, dan ball control. Memasuki hari kedua, penilaian digeser pada aspek taktis dalam pertandingan, meliputi bagaimana pemain menerapkan skema menyerang (attack), bertahan (defend), serta kedisiplinan dalam melakukan transisi permainan,” ujar Hengky.
Remaja yang lolos pada kelompok umur U-15, U-16, dan U-17 di tingkat regional ini tidak langsung masuk tim utama. Mereka dijadwalkan bertolak ke Jakarta untuk mengikuti fase seleksi lanjutan tingkat nasional, bersaing dengan talenta-talenta terbaik dari provinsi lain.
Ajang penjaringan ini juga menyita perhatian mantan penjaga gawang Tim Nasional Indonesia, Coach Jendri Pitoy, yang hadir langsung bersama deretan pelatih lokal untuk memetakan bakat-bakat potensial.
Selain kehadiran para legenda, jalannya seleksi ini mendapat sokongan penuh dari tokoh sepak bola yang juga mantan ketua PSSI Sulut Joune Ganda. Guna memastikan talenta lokal tidak terhambat masalah finansial, Joune Ganda bertindak sebagai sponsor utama dan memfasilitasi 69 pemain asal Minahasa Utara dengan membebaskan seluruh biaya pendaftaran seleksi. Bahkan Joune Ganda juga mensubsidi biaya pendaftaran bagi peserta dari luar Minahasa Utara.
”Sinergi antara manajemen olahraga dan komitmen pemerintah daerah atau tokoh masyarakat seperti Pak Joune Ganda adalah kunci. Rekam jejak beliau yang konsisten mendukung sepak bola memastikan kompetisi usia dini di daerah tidak pernah mati,” terang Hengky.
Saat ini, peta kompetisi sepak bola di Sulawesi Utara masih berkutat di level Liga 4. Hengky menilai, menunggu klub lokal promosi secara reguler hingga ke kasta tertinggi (Liga 1) membutuhkan waktu yang tidak sebentar, bahkan bisa memakan waktu hingga lima tahun.
Oleh karena itu, jalur seleksi bakat yang diinisiasi Garudayaksa menjadi momentum akselerasi (gerak cepat) agar generasi muda Sulut tidak kehilangan masa emasnya.
Sejarah telah membuktikan Sulut selalu melahirkan pilar nasional, mulai dari era Alsan Sanda, hingga representasi anak daerah yang kini mampu menembus skuad Timnas U-20 lewat radar PSM Makassar serta beberapa nama di Dewa United.
Proses teknis seleksi dipimpin
langsung oleh pelatih pusat, Mukhlis Nur. Garudayaksa FC dipercaya menjadi mitra penjaringan bakat muda di wilayah Sulawesi Utara.
Para peserta menjalani serangkaian tes meliputi kemampuan teknik dasar, visi bermain, kondisi fisik, hingga mental bertanding. Proses seleksi dipantau langsung oleh tim pelatih dan tim pencari bakat yang telah disiapkan.
“Kami tidak hanya mencari pemain yang memiliki kemampuan individu bagus, tetapi juga pemain yang mempunyai karakter, disiplin, dan semangat berkembang. Sulawesi Utara memiliki banyak talenta potensial dan seleksi ini menjadi wadah untuk menemukan pemain-pemain terbaik,” ujar Mukhlis Nur.
Mukhlis Nur juga menyampaikan bahwa pengumuman hasil Seleksi EPA 2026 wilayah Sulawesi Utara akan dilakukan pada Rabu, 08 Juli 2026.
“Peserta yang lulus dari seleksi EPA 2026 memiliki kesempatan untuk bermain di Liga 1. Selanjutnya, peserta yang lolos di Manado akan mengikuti seleksi lanjutan untuk masuk pelatihan intensif di Akademi Sepak Bola Garudayaksa Indonesia di Bogor,” ujar Mukhlis Nur.
Di era industri sepak bola modern, keselarasan antara sekolah dan karier olahraga menjadi fondasi utama demi menjamin kesejahteraan masa depan para atlet. (**)






