MANADO | Portalsulutnew – Pemerintah Kota Manado melalui Dinas Pemadam Kebakaran, memperkuat sistem pencegahan kebakaran dari tingkat lingkungan. Langkah itu diwujudkan melalui pengukuhan 40 anggota baru Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar), sehingga total personel Redkar kini mencapai 190 orang yang tersebar di berbagai wilayah Kota Manado.
Pengukuhan yang dilakukan langsung Wali Kota Manado, Andrei Angouw, di Kantor Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Manado, Kamis (9/7/2026), menjadi bagian dari strategi memperkuat respons awal terhadap potensi kebakaran dan berbagai kondisi darurat.
Dalam kegiatan tersebut, Wali Kota didampingi Asisten I Setda Kota Manado Julises Oehlers, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Jimmy Charles E. Rotinsulu, serta jajaran pemerintah daerah.
Ketua panitia menjelaskan, pembentukan dan pembinaan Redkar merupakan bentuk komitmen Pemerintah Kota Manado untuk melibatkan masyarakat sebagai mitra aktif dalam pencegahan kebakaran, penyelamatan, hingga penanggulangan keadaan darurat.
Para relawan mendapatkan pembekalan mulai dari teknik pencegahan kebakaran, penggunaan alat pemadam api ringan (APAR), teknik evakuasi dasar, hingga pemahaman mengenai etika dan tanggung jawab sebagai relawan kemanusiaan.
Sebelumnya, Kota Manado memiliki 150 anggota Redkar. Dengan dikukuhkannya 40 relawan baru yang berasal dari 26 kelurahan di 10 kecamatan, jaringan relawan kini semakin diperluas untuk mempercepat respons di tingkat lingkungan.
Seluruh kegiatan pembentukan dan pembinaan Redkar Tahun Anggaran 2026 dilaksanakan menggunakan anggaran yang bersumber dari Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Manado.
Dalam sambutannya, Wali Kota Andrei Angouw menegaskan bahwa menjadi relawan bukan sekadar menerima pengukuhan, melainkan mengemban tanggung jawab besar yang berkaitan langsung dengan keselamatan warga.
“Kelihatannya tidak terlalu penting, tetapi ini menyangkut nyawa. Dalam situasi tertentu, kehadiran relawan bisa menjadi pembeda antara hidup dan mati. Karena itu saya menyampaikan terima kasih kepada seluruh relawan yang bersedia mengabdikan diri,” ujar Andrei.
Ia menekankan, pengukuhan hanyalah awal dari proses panjang peningkatan kapasitas. Para relawan diminta terus mengikuti pelatihan sekaligus menjadi agen edukasi di lingkungan masing-masing.
Menurutnya, pengetahuan yang diperoleh tidak boleh berhenti pada peserta pelatihan, tetapi harus diteruskan kepada keluarga, tetangga, dan masyarakat agar semakin banyak warga memahami langkah-langkah pencegahan kebakaran dan penyelamatan dini.
“Membangun koordinasi dan solidaritas antar sesama relawan sangat penting. Karena penanganan kebakaran tidak bisa dilakukan secara sendirian, itu membutuhkan kerja sama tim yang kuat, komunikasi yang baik, dan semangat kebersamaan”,tandas Wali Kota Andrei.
Ia berharap seluruh anggota Redkar tetap siaga, aktif bertukar informasi, memperkuat jaringan komunikasi, serta mengedepankan kepentingan masyarakat dibanding kepentingan kelompok.
Program Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar) merupakan program nasional yang didorong Kementerian Dalam Negeri melalui Direktorat Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan. Kehadiran Redkar bertujuan memperkuat partisipasi masyarakat dalam edukasi pencegahan kebakaran, deteksi dini, pelaporan kejadian, hingga membantu proses evakuasi sebelum petugas pemadam tiba di lokasi.
Dengan kekuatan 190 relawan yang kini tersebar di berbagai kecamatan, Pemerintah Kota Manado menargetkan sistem respons awal terhadap kebakaran semakin cepat, sehingga potensi korban jiwa maupun kerugian material dapat ditekan semaksimal mungkin.***











