MANADO | Portalsulutnew.com – Sebanyak 164 pecatur “menyerbu” Turnamen Catur BNNP Sulut Cup 2026 yang akan digelar pekan ini, bertempat di Aula BNNP Sulawesi Utara, Jalan 17 Agustus.
Ajang ini bukan saja hanya sebatas kompetisi biasa. Di awal tahun 2026, turnamen ini menjelma jadi panggung prestisius yang mempertemukan pecatur bertitel dengan talenta muda yang haus pembuktian.
Puluhan pemain dengan gelar Master Nasional (MN) dipastikan turun bertarung. Bahkan, satu nama MN perempuan asal Minahasa Utara ikut memburu total hadiah yang mencapai Rp 35 juta. Persaingan makin tajam dengan hadirnya pecatur bergelar Master FIDE yang siap menguji mental para pemain lokal.
Pertarungan tak hanya soal siapa paling kuat, tapi siapa paling siap. Pecatur muda Sulawesi Utara mendapat panggung langka untuk menguji nyali, strategi, dan daya tahan di bawah tekanan.
“Ini bukan sekadar pertandingan, tapi ujian mental bagi pecatur muda kita,” tegas MN Yahya Wangania, pelatih sekaligus Inspektur Pertandingan, Kamis (16/04/2026).
Panitia memastikan tak ada celah dalam persiapan. Ketua Panitia Dicky Willem Mamuaya bersama pemrakarsa Stanley Ingkiriwang menegaskan seluruh detail teknis sudah dikunci. Bahkan, Kepala BNNP Sulut Brigjen Pol Jemmy GP Suatan turun langsung mengawal kesiapan pelaksanaan turnament ini.
Pembukaan turnamen dijadwalkan berlangsung Sabtu,18 April 2026 dengan kehadiran Gubernur Sulawesi Utara, didampingi Kepala BNNP, serta jajaran Forkopimda termasuk Kapolda dan Pangdam XIII/Merdeka.
Dari sisi teknis dibeberkan Yahya, turnamen tersebut menggunakan format catur cepat (rapid) dengan sistem Swiss 7 babak.
“Setiap pemain hanya punya waktu 10 menit dengan tambahan 3 detik per langkah sebuah format yang menuntut ketepatan, kecepatan, dan insting tajam”,tuturnya.
Namun, ada pesan yang jauh lebih besar dari sekadar kemenangan di atas papan catur. Dikatakan Yahya, dibalik turnament catur ini ada misi edukatif, setiap langkah dalam catur adalah cerminan keputusan hidup. Satu kesalahan kecil bisa berujung fatal sebuah analogi kuat terhadap bahaya narkotika.
“Filosofi catur ini sejalan dengan upaya melawan narkoba. Sekali salah langkah, dampaknya bisa menghancurkan masa depan,” ungkap Yahya.
Turnamen ini juga menjadi bagian dari strategi membangkitkan kembali kejayaan catur Sulawesi Utara. Antusiasme peserta lintas usia menjadi sinyal kuat bahwa regenerasi atlet berjalan.
“Turnament Catur BNNP Sulut ini menargetkan lahirnya pecatur muda potensial yang mampu bersaing di level nasional, bahkan internasional, mengulang masa kejayaan ketika Sulut pernah melahirkan atlet sekelas H Poha yang tampil di Olimpiade catur dunia”,pungkasnya.(Ronay)





