MANADO | Portalsulutnew.com – Pemerintah Kota Manado terus memperkuat sistem penanggulangan kebakaran berbasis masyarakat. Setelah resmi dikukuhkan oleh Wali Kota Manado, Andrei Angouw, sebanyak 40 personel baru Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar) langsung mengikuti pelatihan dan sosialisasi sebagai bekal menjalankan tugas di lingkungan masing-masing.
Pelatihan yang digelar di Kantor Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Manado, Jumat (10/7/2026), menjadi langkah awal membentuk relawan yang mampu bertindak cepat dalam upaya pencegahan sekaligus penanganan awal ketika terjadi kebakaran.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Manado, Charles Jimmy Rotinsulu, mengatakan pelatihan tersebut merupakan bagian penting dalam membangun kesiapsiagaan masyarakat menghadapi ancaman kebakaran yang dapat terjadi kapan saja.
Menurutnya, para relawan tidak hanya dituntut memahami prosedur penanganan kebakaran, tetapi juga memiliki kemampuan melakukan mitigasi risiko, mengenali sistem proteksi kebakaran, hingga menerapkan teknik penyelamatan dasar sebelum petugas Damkar tiba di lokasi.
“Materi yang diberikan mencakup dasar-dasar pencegahan dan penanggulangan kebakaran. Ini menjadi bekal utama bagi seluruh anggota Redkar sebelum menjalankan tugas di tengah masyarakat,” ujar Rotinsulu.
Ia menjelaskan, Redkar memiliki peran strategis sebagai perpanjangan tangan Dinas Pemadam Kebakaran di setiap wilayah. Selain memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya kebakaran, para relawan juga akan mengajarkan cara menangani api dalam skala kecil agar tidak berkembang menjadi kebakaran besar.
Namun demikian, apabila terjadi kebakaran berskala besar, Redkar diwajibkan segera melaporkan kejadian tersebut kepada pos pemadam kebakaran terdekat agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan terkoordinasi.
“Untuk kebakaran besar, relawan akan segera menghubungi pos Damkar terdekat agar penanganan dilakukan oleh petugas. Kecepatan informasi menjadi kunci untuk meminimalkan dampak kebakaran,” tegasnya.
Peran Redkar juga tidak berhenti saat api berhasil dipadamkan. Rotinsulu menyebut para relawan akan turut membantu mengamankan lokasi pascakebakaran, mendukung petugas di lapangan, sekaligus memastikan situasi tetap kondusif.
Menurutnya, kehadiran Redkar di setiap lingkungan diharapkan mampu memangkas waktu respons terhadap kejadian kebakaran. Dengan demikian, potensi kerugian maupun risiko terhadap keselamatan warga dapat ditekan.
“Redkar akan menjadi garda terdepan dalam memberikan informasi cepat, membantu penanganan awal, sekaligus menjadi agen edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pencegahan kebakaran,” tambahnya.
Sebanyak 40 anggota Redkar tersebut sebelumnya telah dikukuhkan langsung oleh Wali Kota Manado pada Kamis (9/7/2026). Setelah prosesi pengukuhan, mereka langsung menjalani pelatihan yang menghadirkan pemateri berkompeten di bidang pemadam kebakaran dan penyelamatan sebagai bekal menjalankan tugas kemanusiaan di tengah masyarakat. (ronay)










