MANADO | Portalsulutnew.com – Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 di Sulawesi Utara (Sulut) tidak hanya menjadi agenda seremonial tahunan. Dari kawasan Malalayang Beach Walk (MBW) II Manado, Jumat (5/6/2026), Gubernur Sulut Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus SE mengingatkan bahwa ancaman terhadap lingkungan semakin nyata dan membutuhkan keterlibatan seluruh masyarakat.
Di tengah isu perubahan iklim yang semakin mengkhawatirkan, Sulawesi Utara justru mencatat capaian positif dalam kualitas lingkungan hidup. Berdasarkan data Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) tahun 2025, Sulut meraih nilai 80,93, yang menunjukkan kondisi lingkungan masih berada dalam kategori baik.
Angka tersebut ditopang oleh Indeks Kualitas Udara sebesar 84,47, Indeks Kualitas Air Laut 83,79, Indeks Kualitas Air 77,29, serta Indeks Kualitas Tutupan Lahan 76,75.
Meski demikian, Gubernur Yulius menegaskan bahwa capaian tersebut tidak boleh membuat masyarakat terlena. Menurutnya, tekanan terhadap lingkungan akibat pencemaran, kerusakan ekosistem, hingga dampak perubahan iklim tetap menjadi tantangan serius yang harus dihadapi bersama.
“Ketika kita menjaga alam, sesungguhnya kita sedang menjaga masa depan anak cucu kita,” kata Gubernur Yulius.
Ia menekankan bahwa tanggung jawab menjaga lingkungan tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah. Kesadaran dan partisipasi masyarakat menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan kualitas lingkungan yang telah dicapai Sulawesi Utara.
Berbagai langkah sederhana dinilai dapat memberikan dampak besar apabila dilakukan secara konsisten, mulai dari mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, menanam pohon, menjaga kebersihan lingkungan, hingga melindungi kawasan pesisir dan laut yang menjadi salah satu kekayaan utama daerah.
Mengusung tema “Inspired by Nature: For Climate, For Our Future”, peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun ini menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam menjaga keseimbangan antara pembangunan dan kelestarian alam.
Gubernur Yulius menegaskan, pembangunan daerah harus berjalan beriringan dengan upaya perlindungan lingkungan agar manfaatnya dapat dinikmati dalam jangka panjang.
“Hutan yang hijau, laut yang bersih, sungai yang terjaga, dan udara yang sehat adalah modal utama pembangunan berkelanjutan,” tegasnya.
Capaian IKLH yang tinggi menjadi modal penting bagi Sulawesi Utara. Namun tantangan menjaga kualitas lingkungan ke depan dipastikan tidak semakin ringan. Karena itu, kolaborasi pemerintah, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat menjadi kunci agar predikat daerah dengan kualitas lingkungan baik tidak hanya bertahan, tetapi terus meningkat di masa mendatang.***





