MANADO | Portalsulutnew.com – Lambannya penanganan dugaan korupsi di Perumda PDAM Wanua Wenang Manado mulai memunculkan tanda tanya besar. Laporan yang telah masuk sejak Juni 2025 hingga kini belum menunjukkan perkembangan signifikan, sehingga sorotan tidak lagi hanya tertuju pada dugaan korupsinya, tetapi juga pada proses penanganan perkara itu sendiri.
Informasi yang diperoleh menyebutkan keterlambatan pengusutan kasus yang diduga merugikan keuangan daerah hingga miliaran rupiah tersebut kini mendapat perhatian serius dari Kejaksaan Agung (Kejagung) Republik Indonesia dan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Utara.
Sumber di lingkungan Kejati Sulut mengungkapkan bahwa perkara PDAM Manado telah masuk dalam radar pengawasan institusi kejaksaan. Menurutnya, lambannya proses penanganan menjadi salah satu aspek yang ikut dievaluasi.
“Penanganan perkara PDAM Manado sudah menjadi atensi Kejaksaan Agung RI,” ujar sumber tersebut.
Beredar pula informasi mengenai kemungkinan keterlibatan tim khusus dari Kejaksaan Agung dalam menelusuri berbagai aspek penanganan perkara.
Meski demikian, sumber tersebut enggan memberikan rincian lebih lanjut dan hanya memastikan bahwa laporan terkait dugaan pelanggaran etik telah ditangani secara serius oleh bidang pengawasan.
Di sisi lain, pelapor kasus tersebut, Fredy B.J. Legi, menyambut positif kabar adanya perhatian dari tingkat pusat.
Mantan karyawan PDAM itu mengakui dirinya bersama pihak terkait telah menyampaikan pengaduan hingga ke Kejaksaan Agung RI sebagai bentuk dorongan agar perkara tersebut memperoleh kepastian hukum.
Dukungan serupa datang dari aktivis antikorupsi Sulawesi Utara, Iwan Aloisius Moniaga. Ia menilai langkah pemeriksaan terhadap pihak-pihak yang diduga terkait dengan lambannya penanganan perkara merupakan bagian penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap penegakan hukum.
“Saya siap memberikan keterangan terkait laporan dugaan korupsi PDAM Manado. Saya adalah pelapor pertama perkara ini,” tegas Moniaga.
Sementara itu, Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Sulut, Januarius Bolitobi SH, memilih berhati-hati saat dimintai tanggapan. Ia belum bersedia membeberkan perkembangan lebih lanjut mengenai perkara tersebut.
Namun dalam komunikasi dengan wartawan, Bolitobi sempat meminta nomor WhatsApp pelapor Fredy Legi.
Kasus yang telah berjalan lebih dari satu tahun tanpa kepastian ini kini menjadi ujian bagi komitmen penegakan hukum. Masyarakat menunggu bukan hanya pengungkapan dugaan korupsi di tubuh PDAM Manado, tetapi juga jawaban atas pertanyaan mengapa proses pengusutannya berjalan begitu lambat.***





