Semarak HUT RI dan Sulut Tahun 2026 Gubernur Yulius Luncurkan Keringanan Pajak dan Gerakan Ekonomi Hijau

oleh -1535 Dilihat
oleh
Gubernur Yulius Selvanus mencanangkan HUT RI ke-81 dan HUT Sulut ke-62 dengan program keringanan pajak, bibit kelapa, dan penguatan UMKM.

SULUT, Portalsulutnew.com — Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) dan HUT ke-62 Provinsi Sulawesi Utara di tahun 2026, tak hanya dikemas sebagai agenda seremonial. Pemerintah Provinsi Sulut menjadikan momentum tersebut sebagai pintu masuk untuk menggulirkan sejumlah program yang menyentuh langsung kepentingan masyarakat.

Hal itu ditegaskan Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, SE, saat mencanangkan rangkaian kegiatan HUT RI dan HUT Provinsi Sulut dalam apel di Lapangan Kantor Gubernur Sulawesi Utara, Jumat (7/8/2026).

Didampingi Wakil Gubernur Dr. J. Victor Mailangkay, SH, MH, serta jajaran Forkopimda, Sekretaris Daerah Provinsi Sulut Tahlis Gallang S.IP, MM, pimpinan perangkat daerah, TNI/Polri, instansi vertikal, BUMD, pelaku UMKM dan ASN, Gubernur Yulius menegaskan bahwa peringatan tahun ini harus menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat.

Mengusung tema nasional “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”, pemerintah daerah menyelaraskannya dengan semangat pembangunan Sulut melalui tema “Sulut Melaju”, yang merupakan akronim dari Maju, Sejahtera, dan Berkelanjutan.

“Sulawesi Utara tidak boleh berdiam diri. Kita harus bergerak lebih cepat, melompat lebih tinggi, dan bekerja lebih keras demi menghadirkan daerah yang lebih mandiri, berdaya saing, dan berkeadilan bagi seluruh masyarakat,” tegas Yulius Selvanus.

Salah satu program yang menjadi perhatian adalah Keringanan Merdeka, berupa insentif Pajak Kendaraan Bermotor yang diberlakukan selama Agustus hingga September 2026.
Melalui kebijakan tersebut, Pemprov Sulut memberikan pembebasan tunggakan pokok PKB bagi kendaraan roda dua di bawah 200 cc. Sementara untuk kategori kendaraan lainnya diberikan pengurangan tunggakan, disertai pembebasan berbagai denda pajak.

Kebijakan ini disebut sebagai bentuk keberpihakan pemerintah kepada masyarakat sekaligus upaya mendorong kepatuhan masyarakat dalam memenuhi kewajiban perpajakan daerah.

Tak berhenti pada sektor fiskal, Pemprov Sulut juga mulai mendorong agenda ekonomi hijau. Sebanyak 2.051 bibit pohon kelapa diserahkan secara simbolis sebagai bagian dari upaya memperkuat sektor perkebunan, membuka peluang investasi hijau dan meningkatkan ketahanan ekonomi masyarakat.

Di sisi lain, semangat kemerdekaan juga diarahkan pada penguatan nasionalisme di tingkat masyarakat. Gubernur menginstruksikan seluruh perangkat daerah dan ASN untuk menggelar Gerakan Pembagian dan Pemasangan Bendera Merah Putih, terutama bagi warga yang belum memiliki bendera yang layak digunakan.

Rangkaian peringatan HUT RI dan HUT Sulut selanjutnya akan diisi berbagai kegiatan olahraga, budaya, pertandingan persahabatan antarinstansi, line dance bersama hingga bazar UMKM.

Selain menjadi ruang mempererat kebersamaan, kegiatan tersebut diharapkan ikut memberikan ruang bagi pelaku UMKM untuk menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat.

Gubernur Yulius juga memberikan lima arahan kepada seluruh perangkat daerah dan ASN. Pertama, menyemarakkan peringatan secara bermakna. Kedua, menjaga profesionalisme pelayanan publik. Ketiga, memperkuat sinergi lintas sektor.
Selanjutnya, memastikan keamanan seluruh rangkaian kegiatan serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi dampak El Niño melalui langkah mitigasi yang terukur.

Dikatakan Gubernur Yulius, momentum HUT Kemerdekaan RI dan HUT Provinsi Sulut harus menjadi pengingat bahwa pembangunan tidak cukup hanya diwujudkan melalui slogan, tetapi membutuhkan kerja bersama dan tindakan konkret.

“Mari kita kobarkan semangat juang para pahlawan, rapatkan barisan, dan buktikan bahwa Sulawesi Utara siap menjadi pilar utama menuju Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur,” pungkasnya.***

No More Posts Available.

No more pages to load.