TOMOHON, Portalsulutnew.com — Gemerlap Tomohon International Flower Festival (TIFF) 2026 tak hanya menyuguhkan parade kendaraan hias dengan balutan bunga. Di balik kemeriahan agenda pariwisata tahunan itu terdapat perputaran ekonomi yang langsung menyentuh masyarakat, khususnya petani bunga di Kota Tomohon.
Gubernur Sulawesi Utara Mayjen TNI (Purn.) Yulius Selvanus, SE, menegaskan TIFF 2026 harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Menurutnya, festival tersebut merupakan ruang untuk mempertemukan kepentingan budaya, pariwisata, dunia usaha dan ekonomi kerakyatan.
Hal itu disampaikan Yulius saat memberikan sambutan pada TIFF 2026 di Menara Alfa Omega, panggung utama pusat Kota Tomohon, Sabtu (8/8/2026).
Yulius Selvanus mengatakan, TIFF tahun ini mengusung tema “Collaboration of Spirit”. Tema tersebut, kata dia, menggambarkan pentingnya kerja bersama antara pemerintah, masyarakat, akademisi, pelaku seni, sektor swasta, UMKM hingga media.
Semangat tersebut dinilai sejalan dengan nilai Mapalus yang telah menjadi bagian dari kehidupan sosial masyarakat Sulawesi Utara.
“Melalui kerja bersama ini, kita mengangkat semangat Mapalus atau gotong royong, menjadi jembatan budaya yang menghubungkan tradisi lokal dengan kancah internasional,” ujar Yulius.
Namun, kata Yulius, keberhasilan TIFF tidak cukup hanya diukur dari kemeriahan acara maupun jumlah wisatawan yang datang. Dampak ekonomi yang dirasakan masyarakat juga menjadi bagian penting dari keberhasilan festival.
Salah satu sektor yang mendapat manfaat langsung adalah petani bunga.
Data yang disampaikan dalam kegiatan tersebut mencatat sebanyak 37 petani bunga secara swadaya menyiapkan sekitar 353 ribu pohon krisan untuk mendukung pelaksanaan TIFF 2026.
Sementara itu, parade tahun ini diikuti 35 float, yang terdiri dari 17 float besar dan 18 float kecil.
Kebutuhan bunga segar untuk parade diperkirakan mencapai lebih dari 210 ribu pohon. Dari kebutuhan tersebut, perputaran ekonomi di tingkat petani diperkirakan menembus Rp840 juta.
Angka itu menjadi gambaran bahwa industri pariwisata tidak berhenti pada penyelenggaraan acara, tetapi dapat menciptakan efek ekonomi berantai bagi masyarakat.
“Angka ini merupakan bukti nyata bagaimana kolaborasi seni dan pariwisata memberikan dampak domino langsung bagi peningkatan pendapatan petani, perajin, dekorator, hingga sektor usaha kuliner, perhotelan dan transportasi,” kata Yulius.
Ia juga mengingatkan agar pertumbuhan pariwisata tetap berjalan beriringan dengan kepedulian terhadap lingkungan.
Sebagai Kota Bunga sekaligus salah satu daerah penghasil bunga utama di Sulawesi Utara, Tomohon dinilai memiliki tanggung jawab untuk menjaga kelestarian lingkungan dan ekosistem di tengah berkembangnya sektor pariwisata.
Gubernur Yulius berharap semangat kolaborasi yang menjadi roh TIFF 2026 tidak berhenti setelah parade berakhir.
Festival tersebut diharapkan terus berkembang menjadi agenda pariwisata yang mampu membuka peluang usaha sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Mari kita terus merawat semangat kebersamaan demi kemajuan. Selamat menyaksikan Tournament of Flowers 2026. Selamat menikmati keindahan alam Sulawesi Utara,” pesannya.
Dengan demikian, TIFF 2026 tidak hanya menjadi panggung untuk memamerkan keindahan bunga Tomohon kepada dunia. Festival ini juga menjadi momentum untuk memperkuat rantai ekonomi lokal, dari petani bunga hingga pelaku usaha yang bergerak di sektor pariwisata dan jasa.***





