MANADO | Portalsulutnew.com – Papan catur bukan hanya dijadikan sebagai arena adu strategi. Di tangan Badan Narkotika Nasional Provinsi Sulawesi Utara, bidak-bidak hitam putih disulap menjadi medium edukasi melawan peredaran dan penyalahgunaan narkotika.
Sebanyak 174 pecatur terbaik Sulawesi Utara turun gelanggang dalam Open Tournament Catur BNNP Sulut Cup 2026, Sabtu (18/04/2026), di Aula BNNP Sulut.
Total hadiah Rp35 juta diperebutkan, namun pesan yang dibawa jauh lebih besar, menyelamatkan generasi dari jerat narkoba.
Turnamen ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-24 Badan Narkotika Nasional (BNN) Republik Indonesia. Bukan hanya sebatas kompetisi, kegiatan ini dirancang sebagai pendekatan kreatif untuk menyentuh masyarakat, khususnya anak muda agar menjauhi barang haram tersebut.
Kepala BNNP Sulut, Jemmy G. P. Suatan, menegaskan bahwa olahraga catur dipilih karena mampu melatih fokus, kesabaran, dan kecerdasan berpikir dan dinilai efektif membentengi diri dari pengaruh negatif narkotika.
“Melalui catur, kita dorong masyarakat lebih khusus generasi muda menyalurkan energi ke hal positif. Ini bagian dari upaya nyata mencegah penyalahgunaan narkotika,” tegasnya, diwawancarai media ini usai pembukaan kegiatan didampingi Inspektur Pertandingan juga bergelar Master Nasional Yahya Wangania.
Ia juga mengapresiasi tingginya antusiasme peserta, termasuk kehadiran pecatur muda berbakat yang dinilai menjadi harapan baru dunia catur Sulut.
Momentum ini sekaligus menghidupkan kembali gairah olahraga catur di daerah Nyiur Melambai.
Lebih jauh, program ini selaras dengan inisiatif “Ananda Bersinar” yang digagas BNN, dengan fokus pada pembinaan generasi muda agar tumbuh sehat, cerdas, dan bebas narkoba.
Tak berhenti di sini, BNNP Sulut telah menyiapkan gebrakan lanjutan. Pada Juni mendatang, bertepatan dengan peringatan Hari Anti Narkotika Internasional, turnamen serupa akan kembali digelar dengan skala lebih besar, bahkan ditargetkan menghadirkan master catur nasional hingga dukungan dari PB Percasi.
“Harapannya, dari sini lahir atlet-atlet catur yang bisa berkiprah di tingkat nasional bahkan internasional, sekaligus menjadi agen perubahan dalam memerangi narkoba,” tambah Suatan.
Pembukaan turnamen dilakukan oleh Gubernur Sulut Yulius Selvanus melalui Kepala Disnakertrans Sulut, Noldy Salindeho, serta dihadiri unsur Forkopimda dan para undangan lainnya.
Di tengah maraknya ancaman narkotika, langkah BNNP Sulut ini menegaskan perang melawan narkoba tak melulu lewat penindakan, tetapi juga lewat edukasi kreatif bahkan dari atas papan catur.(ronay)









