MANADO | Portalsulutnew.com — Menjelang perayaan Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, Pemerintah Kota Manado kembali menunjukkan komitmennya menjaga semangat kebersamaan dan toleransi antarumat beragama. Sebanyak 30 ekor sapi kurban disalurkan kepada masjid-masjid di Kota Manado melalui Badan Kerja Sama Antar Umat Beragama (BKSAUA), Senin (25/05/2026).
Penyerahan bantuan hewan kurban itu dilakukan langsung Wakil Wali Kota Manado, dr Richard Sualang, di Lapangan Sparta Tikala. Momen tersebut menjadi simbol kepedulian pemerintah terhadap umat Muslim yang akan merayakan Idul Adha.
Mewakili Wali Kota Manado Andrei Angouw, Richard Sualang menegaskan bahwa bantuan tersebut bukan sekadar program rutin tahunan, melainkan bentuk ketulusan dan perhatian pemerintah kepada masyarakat.
“Hari ini Pemerintah Kota Manado melalui BKSAUA menyalurkan hewan kurban untuk tempat-tempat ibadah di Kota Manado,” ujar Sualang.
Ia berharap bantuan itu dapat membawa berkah serta mempererat rasa persaudaraan di tengah masyarakat Kota Manado yang dikenal harmonis dan majemuk.
“Jangan melihat dari jumlahnya, tetapi kami memberikan dengan tulus dari pemerintah. Kiranya menjadi berkah bagi kita semua sehingga apa yang akan kita laksanakan di Hari Raya Idul Adha bisa menjadi berkah untuk semua, khususnya umat Muslim,” katanya.
Sementara itu, Ketua Presidium BKSAUA Kota Manado, Pdt Judi Tunari MTheol, dalam laporannya menyampaikan bahwa total bantuan hewan kurban tahun ini mencapai 30 ekor sapi yang akan disalurkan ke sejumlah masjid di Kota Manado.
“Saya melaporkan bahwa pembagian hari ini berjumlah 30 sapi yang akan diberikan di masjid-masjid yang ada di Kota Manado. Ini adalah bagian dari program Pemerintah Kota Manado,” ungkapnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Kota Manado dr Steaven Dandel, Asisten I Julises Oehlers, Kabag Kesra Janni Ohy, Kapolresta Manado Kombes Pol Irham Halid SIK, jajaran Presidium BKSAUA, pengurus FKUB, tokoh agama, hingga tokoh masyarakat.
Di tengah keberagaman yang menjadi identitas Kota Manado, penyaluran hewan kurban ini kembali memperlihatkan bagaimana nilai toleransi dan kebersamaan terus dirawat melalui aksi nyata pemerintah daerah.***





