MANADO | Portalsulutnew.com – Suasana haru dan penuh rasa syukur menyelimuti Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado, Minggu (14/6/2026), saat 385 jamaah haji asal Sulawesi Utara tiba kembali di tanah air usai menuntaskan seluruh rangkaian ibadah haji di Tanah Suci.
Kepulangan para tamu Allah ini disambut hangat oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara bersama keluarga dan kerabat yang telah menanti dengan penuh kerinduan. Wajah-wajah bahagia dan doa syukur mengiringi langkah para jamaah yang kembali membawa pengalaman spiritual mendalam setelah menunaikan rukun Islam kelima.
Sebanyak 385 jamaah tiba melalui dua kelompok terbang (kloter). Kloter pertama mendarat pukul 09.45 WITA menggunakan pesawat Lion Air JT 3664 dengan membawa 193 jamaah. Sementara kloter kedua tiba pukul 15.00 WITA melalui penerbangan Lion Air JT 3668 dengan mengangkut 192 jamaah.
Sebelum tiba di Manado, para jamaah menjalani proses debarkasi transit di Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan. Berdasarkan data panitia, dua jamaah telah lebih dahulu kembali ke Sulawesi Utara pada 9 Juni 2026. Adapun 34 jamaah yang tergabung dalam Kloter 6 dijadwalkan tiba pada Selasa (16/6/2026), sehingga total jamaah haji asal Sulawesi Utara yang kembali ke daerah mencapai 393 orang.
Penyambutan dilakukan langsung oleh Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Johannes Victor Mailangkay, yang hadir mewakili Gubernur Sulut, Yulius Selvanus.
Dalam sambutannya, Mailangkay menyampaikan rasa syukur atas kepulangan seluruh jamaah dalam keadaan sehat serta berharap nilai-nilai spiritual yang diperoleh selama berhaji dapat terus terjaga dalam kehidupan sehari-hari.
“Atas nama Gubernur Sulawesi Utara Bapak Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, kami mengucapkan selamat datang dan selamat kembali ke Sulawesi Utara dalam keadaan sehat walafiat. Semoga pengalaman spiritual selama menunaikan ibadah haji menjadi bekal berharga dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Menurutnya, ibadah haji bukan sekadar perjalanan fisik menuju Tanah Suci, tetapi juga perjalanan ruhani yang membentuk pribadi yang lebih sabar, ikhlas, dan bertakwa. Karena itu, para haji dan hajjah diharapkan mampu menjadi teladan di tengah masyarakat serta memperkuat semangat persaudaraan dan kerukunan antarumat beragama di Sulawesi Utara.
“Kiranya para jamaah dapat menjadi contoh yang baik di lingkungan masing-masing, menebarkan nilai-nilai kebaikan, serta menjadi motivator dalam menjalankan tugas dan kewajiban sebagai bentuk ibadah kepada Tuhan. Kami juga mendoakan semoga seluruh jamaah memperoleh predikat haji dan hajjah yang mabrur dan mabruroh,” katanya.
Sementara itu, General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Sam Ratulangi Manado, Radityo Ari Purwoko, memastikan seluruh proses kepulangan jamaah berlangsung aman, tertib, dan nyaman.
Ia menjelaskan bahwa berbagai persiapan telah dilakukan melalui koordinasi intensif dengan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari instansi pemerintah, maskapai penerbangan, otoritas bandara, petugas keamanan hingga unsur pelayanan darat.
“Kami memastikan seluruh proses kedatangan jamaah berjalan aman, tertib, dan nyaman. Berbagai skema pelayanan khusus telah disiapkan, mulai dari penanganan penumpang, pengelolaan bagasi, pengaturan alur kedatangan hingga koordinasi transportasi lanjutan,” ujar Radityo.
Kelancaran proses debarkasi ini menjadi bukti sinergi dan komitmen bersama dalam memberikan pelayanan terbaik kepada para jamaah yang baru saja menyelesaikan ibadah suci mereka.
Kepulangan para jamaah haji tahun ini tidak hanya menjadi momentum kebahagiaan bagi keluarga, tetapi juga menjadi pengingat akan pentingnya menjaga nilai-nilai ketakwaan, persaudaraan, dan pengabdian kepada sesama setelah kembali dari Tanah Suci.***





