MANADO, Portalsulutnew.com – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) mulai menjadi perhatian serius di Sulawesi Utara seiring memasuki puncak musim kemarau. Menyikapi kondisi tersebut, Gubernur Sulawesi Utara Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, S.E, mengaktifkan Sistem Satu Komando sebagai langkah antisipasi menghadapi potensi kebakaran di wilayah-wilayah rawan.
Langkah ini diambil menyusul meningkatnya kejadian Karhutla di sejumlah daerah di Indonesia. Gubernur yang akrab disapa YSK itu mengingatkan seluruh masyarakat agar tidak lengah dan berperan aktif mencegah terjadinya kebakaran.
“Keselamatan masyarakat dan kelestarian lingkungan menjadi prioritas. Karena itu, seluruh elemen harus disiplin menjalankan langkah-langkah pencegahan,” tegasnya.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara juga mengeluarkan lima imbauan penting yang wajib dipatuhi masyarakat selama musim kemarau, yakni:
1).Tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar.
2).Tidak membuang puntung rokok yang masih menyala di kawasan bervegetasi, padang rumput, maupun hutan yang kering.
3).Tidak membakar sampah tanpa pengawasan karena bara api dapat dengan mudah menyebar akibat tiupan angin.
4).Tidak meninggalkan api di kawasan hutan atau lahan serta terus memantau perkembangan informasi cuaca.
5).Segera melaporkan kepada BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran, atau aparat berwenang apabila melihat kepulan asap maupun indikasi munculnya titik api agar dapat ditangani sejak dini.
Pemprov Sulut berharap keterlibatan aktif masyarakat dapat menjadi kunci utama mencegah terjadinya Karhutla yang berpotensi merusak lingkungan, mengganggu kesehatan, hingga mengancam keselamatan warga selama musim kemarau berlangsung.***





