DWP Sulut Didorong Jadi Teladan, Sekprov Tahlis Gallang Soroti Etika dan Integritas

oleh
oleh
DWP Sulut
Sekprov Sulut Tahlis Gallang menegaskan pentingnya etika, integritas, dan profesionalitas anggota DWP Sulut dalam mendukung kinerja ASN serta menjaga citra pemerintah daerah.

SULUT | Portalsulutnew.com — Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Sulawesi Utara mendapat penegasan penting soal etika, integritas, dan tanggung jawab organisasi dalam kegiatan Sosialisasi Etika dan Tanggung Jawab Organisasi DWP yang digelar bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Sulut di Ruang CJ Rantung, Kantor Gubernur Sulut, Senin (18/5/2026).

Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Sekretaris Provinsi Sulawesi Utara, Tahlis Gallang yang menegaskan bahwa DWP bukan sekadar organisasi pendamping ASN, tetapi memiliki posisi strategis dalam menopang stabilitas keluarga dan mendukung jalannya pemerintahan daerah.

Dalam arahannya, Tahlis menekankan bahwa budaya organisasi Dharma Wanita berakar kuat pada nilai Panca Dharma Wanita yang mencerminkan lima peran penting perempuan dalam kehidupan keluarga dan masyarakat.

Menurutnya, keharmonisan rumah tangga yang dibangun anggota DWP memiliki pengaruh langsung terhadap disiplin dan profesionalisme ASN dalam menjalankan tugas pelayanan publik.

“DWP memiliki tanggung jawab besar menciptakan suasana rumah tangga yang harmonis, stabil, dan penuh integritas. Ini sangat berpengaruh terhadap kinerja ASN,” tegasnya.

Tak hanya itu, anggota DWP juga diminta memanfaatkan setiap program organisasi secara maksimal agar mampu memberi kontribusi positif bagi masyarakat sekaligus mendukung pelayanan terbaik dari para ASN di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulut.

Dalam sesi pemaparan materi, narasumber Resky menyoroti pentingnya etika organisasi di tengah perkembangan media sosial yang semakin terbuka. Anggota DWP disebut memiliki peran ganda, yakni sebagai istri ASN sekaligus representasi citra pemerintah di mata publik.

Karena itu, ia mengingatkan agar anggota organisasi menjaga sikap dan perilaku, termasuk menghindari gaya hidup mewah atau flexing di media sosial yang berpotensi menimbulkan polemik di tengah masyarakat.

“Selain menjaga etika, integritas juga menjadi poin utama yang harus dijunjung tinggi setiap anggota DWP. Hal tersebut diwujudkan melalui transparansi pengelolaan program dan keuangan organisasi, kejujuran dalam menjalankan tugas, serta tidak memanfaatkan jabatan suami untuk kepentingan pribadi”,ujarnya.

Di sisi lain, profesionalitas anggota DWP juga menjadi perhatian serius. Anggota organisasi didorong terus meningkatkan kapasitas diri, menjalankan program yang berdampak nyata bagi masyarakat, hingga mampu membagi waktu antara urusan keluarga dan aktivitas organisasi.

DWP Sulut juga diingatkan untuk menjaga amanah dari Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus dan Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Victor Mailangkay terkait dukungan anggaran kegiatan organisasi agar digunakan secara maksimal, tepat sasaran, dan penuh tanggung jawab.

Melalui kegiatan tersebut, DWP Sulut diharapkan semakin aktif memperkuat peran sosial kemasyarakatan, mulai dari pemberdayaan perempuan, kepedulian saat bencana, hingga menjadi teladan positif bagi keluarga dan lingkungan sekitar.(*/romel)

No More Posts Available.

No more pages to load.