Penggeledahan Dinas Pendidikan Minsel, Kabid Dikda Bantah Fasilitasi Pertemuan dengan Pihak Ketiga

oleh
Kabid Dikda Minsel, Marthen Wonseke

MINSEL, Portalsulutnew.com – Penggeledahan sejumlah ruangan di Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) oleh tim penyidik Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Minsel, terkait dugaan penyimpangan anggaran program revitalisasi sekolah tahun 2025 menjadi perhatian publik.

Di tengah proses penanganan perkara tersebut, muncul dugaan yang menyeret Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Kabid Dikda) Minsel berinisial MW. Ia dituding mengondisikan pertemuan antara pihak ketiga dan sejumlah kepala sekolah penerima bantuan revitalisasi sebelum program tersebut direalisasikan.

Isu yang beredar juga memunculkan pertanyaan mengenai kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam pelaksanaan program tersebut. Namun, dugaan itu masih perlu ditelusuri dan dibuktikan melalui proses hukum.

Menanggapi tudingan tersebut, Kabid Dikda Minsel, Marthen Wonseke, membantah dirinya terlibat dalam pengaturan pertemuan antara kepala sekolah penerima bantuan dan pihak ketiga. Ia menegaskan, pelaksanaan program revitalisasi sekolah tahun 2025 dilakukan secara swakelola oleh Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP).

“Berdasarkan petunjuk teknis (juknis) revitalisasi tahun 2025, kegiatan swakelola dilaksanakan oleh P2SP. Seluruh berkas pengusulan, perencanaan, rencana anggaran biaya (RAB), dan gambar diunggah sendiri oleh pihak sekolah penerima revitalisasi melalui tautan aplikasi yang telah disiapkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemdikdasmen),” jelas Wonseke.

Ia juga menepis isu yang mengaitkan dirinya dengan pertemuan bersama pihak ketiga di Gorontalo. Menurutnya, perjalanan ke daerah tersebut terjadi saat libur Idulfitri 2026 dan merupakan inisiatif sejumlah aparatur sipil negara (ASN), bukan untuk mengatur pelaksanaan program revitalisasi sekolah.

“Kami memang melakukan liburan Idulfitri tahun 2026. tetapi, tidak benar saya memfasilitasi kepala sekolah penerima revitalisasi dengan pihak ketiga di Gorontalo. Bantuan revitalisasi itu tahun 2025, sedangkan kami berlibur tahun 2026,” tegasnya.

Wonseke mengaku meyakini program revitalisasi tersebut telah berjalan dengan baik. Ia juga menyayangkan tudingan yang menurutnya tidak sesuai dengan fakta yang ia ketahui.

“Saya yakin kegiatan itu sudah berjalan dengan baik. Nanti Tuhan yang membalas atas tudingan ini,” tutupnya.(don)

Views 388

No More Posts Available.

No more pages to load.