Minut, Portalsulutnew.com – Direktur Utama PT Pertamina, Simon Aloysius Mantiri mendapat arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto terkait pelaksanaan Program ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah).
Simon Mantiri pun langsung menindaklanjuti dengan sejumlah kegiatan yang berfokus pada pembenahan lingkungan. Langkah tersebut mencakup penanaman pohon, pembersihan sungai, hingga pengelolaan sampah berbasis 3R atau reduce, reuse, recycle.
Program tersebut juga mendorong pemanfaatan sampah dan limbah menjadi sumber energi maupun material yang memiliki nilai guna.
Salah satu turunan Program ASRI adalah program gentengisasi. Program ini diarahkan untuk mengganti atap rumah yang masih menggunakan seng dan asbes dengan genteng berbahan tanah liat atau material lainnya.
Penggunaan genteng diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya menciptakan hunian yang lebih sehat, nyaman, dan tertata.
Konsep tersebut kemudian dikembangkan dengan mendorong pemanfaatan material hasil pengolahan limbah industri.
Untuk mendukung gerakan tersebut, Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri bersama tim melakukan kunjungan kerja ke PLTU Amurang di Kabupaten Minahasa Selatan, Sulawesi Utara.
Kunjungan tersebut untuk melihat secara langsung pemanfaatan fly ash and bottom ash (FABA), yakni material sisa dari proses pembakaran batu bara.
PT PLN (Persero) mengolah FABA menjadi sejumlah material yang dapat dimanfaatkan kembali. Di antaranya bahan baku semen, batako, paving block, hingga material pengeras jalan.
Pemanfaatan FABA tersebut menjadi salah satu bentuk pengelolaan limbah yang diarahkan untuk menghasilkan produk bernilai guna.
Inovasi pemanfaatan FABA terus dikembangkan melalui sinergi strategis antarlembaga.
Bersama Danantara dan sejumlah BUMN lainnya, fly ash akan dimanfaatkan sebagai bahan pencampur dalam pembuatan genteng.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung Program ASRI sekaligus mendorong pemanfaatan limbah agar memiliki nilai ekonomi dan manfaat bagi masyarakat.
Kolaborasi Pertamina, PLN, Danantara, dan BUMN lainnya juga menunjukkan adanya sinergi dalam mendukung agenda lingkungan pemerintah.
Pemanfaatan FABA di PLTU Amurang mendapat apresiasi dari pihak yang terlibat dalam kunjungan lapangan.
“Terima kasih Dirut PLN dan tim PLTU Amurang atas penyambutannya yang luar biasa,” ungkap Simon Mantiri.
Pemanfaatan limbah FABA menjadi bahan yang dapat digunakan kembali menunjukkan komitmen BUMN dalam mendukung pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan.
Langkah tersebut sekaligus membuka peluang pemanfaatan limbah industri untuk mendukung kebutuhan pembangunan dan program lingkungan.
Melalui kolaborasi lintas BUMN dan pemanfaatan teknologi, limbah yang sebelumnya menjadi sisa proses industri dapat dikembangkan menjadi material yang memiliki nilai guna.
Upaya ini diharapkan semakin memperkuat pelaksanaan Program ASRI untuk mewujudkan lingkungan Indonesia yang Aman, Sehat, Resik, dan Indah. (**)






