JAKARTA, PORTALSULITNEW.COM — Panglima PERANK Nasional, Reza Hasanuddin, memberikan apresiasi bernada kritik terhadap Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya terkait sikapnya saat mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam kunjungan ke Rusia.
Menurut Reza, seorang pejabat negara yang berada dalam forum internasional harus mampu menjaga ketenangan, sikap, dan gestur karena setiap gerakan dapat menjadi perhatian publik dan masyarakat internasional.
“Gugup itu manusiawi, tetapi ketika berada dalam forum internasional, apalagi mendampingi Presiden, seharusnya tetap tenang, profesional, dan tidak melakukan gerakan-gerakan tambahan yang tidak diperlukan. Tidak perlu banyak gaya. Yang dibutuhkan adalah ketenangan, wibawa, dan sikap yang tepat,” ujar Reza Hasanuddin.
Ia menambahkan, Indonesia sedang membawa nama bangsa dalam pergaulan internasional. Karena itu, setiap pejabat yang mendampingi Presiden harus memahami bahwa sikap dan bahasa tubuh juga merupakan bagian dari diplomasi.
“Kita tidak ingin Indonesia menjadi bahan pembicaraan karena hal-hal yang sebenarnya bisa dihindari. Tunjukkan ketenangan, hormati forum, dan biarkan tindakan berbicara. Jangan sampai kegugupan justru menimbulkan persepsi yang kurang baik,” tegasnya.
Reza juga menekankan bahwa kritik tersebut bukan ditujukan untuk menjatuhkan pribadi, melainkan sebagai pengingat bahwa setiap pejabat negara memiliki tanggung jawab menjaga kehormatan dan citra Indonesia di mata dunia.
“Pesan saya sederhana: tenang, fokus, jaga sikap, dan jangan berlebihan. Kita datang membawa nama Indonesia, bukan sekadar membawa nama pribadi.”pungkas Reza Hasanuddin.(*)






