LANGOWAN, Portalsulutnew.com – Menjadi siswa SMA Taruna Nusantara bukan sekadar menjalani rutinitas pendidikan. Di balik seragam dan disiplin yang dijalankan, tersimpan tanggung jawab untuk mempersiapkan diri sebagai calon pemimpin bangsa.
Pesan tersebut disampaikan Ketua Yayasan Pengembangan Potensi Sumber Daya Pertahanan, Letjen TNI (Purn) Musa Bangun, saat mengunjungi SMA Taruna Nusantara Kampus Langowan, Sulawesi Utara, Selasa (11/8/2026).
Di hadapan para siswa, Musa Bangun menekankan pentingnya menjaga diri serta memegang teguh amanah yang diberikan orang tua dan negara.
“Jaga diri. Bawa amanah orang tua dan negara,” tegas Musa.
Menurutnya, masa pendidikan di SMA Taruna Nusantara merupakan bagian dari proses panjang pembentukan generasi yang nantinya akan mengambil peran dalam kepemimpinan nasional.
Karena itu, ia mengingatkan siswa agar tidak terjebak pada tindakan yang justru dapat merusak masa depan mereka sendiri.
“Kalau kalian berhasil, kalian akan menjadi regenerasi ke depan. Jangan melakukan sesuatu yang merugikan diri sendiri,” ujarnya.
Musa juga menantang para siswa untuk membangun nama baik SMA Taruna Nusantara Kampus Langowan melalui prestasi.
Sebagai kampus yang masih berada dalam tahap awal pengembangan, menurutnya, siswa memiliki peran penting dalam membentuk reputasi sekolah. Bukan hanya melalui prestasi akademik, tetapi juga lewat kedisiplinan, karakter, sikap dan pencapaian di berbagai bidang.
Ia meminta para siswa tidak menjadikan masa pendidikan sebagai beban.
“Ciptakan suasana yang gembira. Tidak perlu berkeluh kesah. Tugas kalian adalah belajar,” kata Musa.
Jiwa Korsa Jadi Modal Kebersamaan
Dalam sesi dialog bersama siswa, Musa Bangun turut menyoroti pentingnya membangun jiwa korsa di lingkungan sekolah.
Ditegaskannya, jiwa korsa bukan sebatas rasa kebersamaan, melainkan sikap senasib dan sepenanggungan yang harus tumbuh di antara seluruh elemen pendidikan.
Nilai tersebut, kata Musa, perlu dibangun bersama antara siswa, guru dan pamong agar tercipta lingkungan pendidikan yang kuat, solid serta saling mendukung.
“Jiwa korsa adalah senasib sepenanggungan. Saya berharap para pamong dan guru dapat menciptakan itu,” ungkapnya.
Musa Bangun juga mengingatkan bahwa generasi muda yang kini duduk di bangku sekolah pada akhirnya akan mengambil alih estafet kepemimpinan dari generasi sebelumnya.
“Saya adalah generasi yang akan kalian gantikan,” katanya.
Dalam kunjungan tersebut, Musa Bangun didampingi Sekretaris Yayasan, Brigjen TNI (Purn) AY. Purwoko Bhakti.
Rombongan pengurus yayasan disambut Ketua SMA Taruna Nusantara Kampus Langowan, Brigjen TNI (Cpn) Rhino Charles Tuwo, S.H., M.Si.
Kunjungan itu sekaligus menjadi penguatan terhadap misi pembentukan karakter siswa. Pendidikan di SMA Taruna Nusantara Kampus Langowan tidak hanya diarahkan pada pencapaian akademik, tetapi juga membentuk kedisiplinan, kepemimpinan, solidaritas dan rasa tanggung jawab.
Pesan Musa Bangun pun menjadi penegasan bahwa kesempatan menempuh pendidikan harus dimanfaatkan untuk membangun kualitas diri, menjaga kepercayaan orang tua dan negara, serta mempersiapkan diri menghadapi tanggung jawab yang jauh lebih besar di masa depan.***




