MANADO | Portalsulutnew.com — Keresahan para penambang rakyat di Sulawesi Utara akhirnya direspons cepat oleh Gubernur Sulut, Yulius Selvanus SE. Di tengah keluhan sulitnya menjual emas hasil tambang, pemerintah daerah menunjukkan gerak nyata, bukan sekadar janji.
“Beberapa waktu lalu ada keresahan dari masyarakat penambang. Ini tentu tidak kami biarkan. Kami pasti mencarikan solusi,” tegas Gubernur Yulius usai rapat di Wisma Negara Bumi Beringin, Selasa (3/3/2026).
Langkah cepat pun langsung digulirkan. Dalam rapat bersama Forkopimda Sulut pagi tadi, isu pertambangan rakyat menjadi agenda utama. Tujuannya membuka kembali akses legal bagi penambang agar bisa menjual hasil tambangnya tanpa hambatan.
Tak menunggu lama, malam harinya Gubernur Yulius mengundang Kepala Kanwil Pegadaian Sulawesi Utara, Maksum, untuk mencari solusi konkret.
Pertemuan itu menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya hadir di atas podium, tetapi turun langsung menyelesaikan masalah di lapangan.
“Walaupun tadi pagi sudah muncul solusi, malam ini saya langsung berkomunikasi dengan Pak Kakanwil. Besok beliau akan berdiskusi internal untuk mematangkan langkah yang bisa membantu masyarakat penambang,” ujar Gubernur.
Ia menegaskan, penyelesaian masalah harus dilakukan tanpa menimbulkan masalah baru. Pendekatan yang ditempuh tetap menjamin kepentingan masyarakat dan kepastian hukum.
“Intinya, kami pemerintah berusaha menyelesaikan masalah tanpa masalah. Negara hadir membela masyarakat penambang. Jadi, ada solusinya,” tandasnya.
Dari pihak Pegadaian sendiri memastikan lembaganya tetap membuka layanan gadai emas bagi masyarakat sepanjang tidak terkait tindak kejahatan.
“Kami senang menghadiri undangan Pak Gubernur. Selama emas itu bukan hasil kejahatan, Pegadaian siap melayani masyarakat,” ujar Maksum.
Ia menjelaskan, mekanisme gadai berlaku selama empat bulan dan bisa diperpanjang.
“Selama sewa modal dibayar, emas tetap milik nasabah,” tambah Maksum.
Sinergi cepat antara Pemerintah Provinsi Sulut dan Pegadaian ini menjadi kabar baik bagi ribuan penambang rakyat yang sempat gelisah. Di tengah ketatnya regulasi sektor tambang, langkah konkret pemerintah menunjukkan bahwa negara benar-benar hadir bukan hanya bicara.(*/romel)





