Gubernur Yulius Ajak Pelajar Sulut Bangun Kebiasaan Finansial Sejak Dini

oleh
oleh
Gubernur Sulut Yulius Selvanus mendorong generasi muda membangun kebiasaan menabung dan meningkatkan literasi keuangan sejak dini demi masa depan.

MANADO, Portalsulutnew.com  – Gubernur Sulawesi Utara Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, SE, mendorong generasi muda tidak hanya memiliki rekening tabungan, tetapi juga mampu mengelola keuangan secara disiplin, cerdas dan bertanggung jawab.

Pesan tersebut disampaikan Yulius saat menghadiri puncak Hari Indonesia Menabung (HIM) dan Bulan Literasi Keuangan Provinsi Sulawesi Utara 2026 di Graha Gubernuran Bumi Beringin, Manado, Kamis (20/8/2026).

Mengusung tema “Merajut Masa Depan melalui Literasi dan Inklusi Keuangan”, kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat kesadaran pelajar dan mahasiswa mengenai pentingnya membangun kebiasaan finansial sejak usia muda.

Gubernur Yulius Selvanus mengatakan, menabung bukan sekadar menyimpan uang yang tersisa. Kebiasaan tersebut merupakan bagian dari pembentukan karakter karena melatih disiplin, kemampuan membedakan kebutuhan dan keinginan, serta membangun kesanggupan menunda kesenangan demi tujuan jangka panjang.

“Menabung bukan sekadar tindakan menyisihkan sebagian uang sisa. Lebih jauh dari itu, menabung adalah sebuah latihan pembentukan karakter,” tegas Yulius.

Ia menilai generasi muda memiliki posisi strategis dalam menentukan masa depan ekonomi Indonesia. Dengan jumlah yang mencapai sekitar 31 persen dari populasi nasional, kelompok tersebut dinilai menjadi kekuatan penting menuju Indonesia Emas 2045.

Namun, Yulius mengingatkan masih terdapat kesenjangan antara akses terhadap layanan keuangan dan kemampuan masyarakat dalam memanfaatkannya. Berdasarkan data SNLIK 2026, inklusi keuangan pelajar dan mahasiswa telah mencapai 92,76 persen, sedangkan tingkat literasinya berada di angka 62,72 persen.

“Memiliki rekening hanyalah pintu masuk. Tujuan utama kita adalah membentuk generasi yang cakap menyusun perencanaan keuangan, peka terhadap risiko finansial dan mampu memanfaatkan teknologi secara bertanggung jawab,” ujarnya.

Di Sulawesi Utara, penguatan literasi keuangan juga terus dilakukan. OJK mencatat sebanyak 119 kegiatan edukasi keuangan telah dilaksanakan di 12 kabupaten/kota dengan jangkauan lebih dari 90 ribu peserta.

Dari sisi inklusi, sekitar 41 ribu rekening pelajar baru telah dibuka dengan akumulasi tabungan mencapai Rp18,38 miliar.

Capaian tersebut mendapat apresiasi Gubernur Yulius. Ia menilai hasil tersebut merupakan bukti bahwa kolaborasi antara OJK Sulawesi Utara dan Gorontalo, Bank Indonesia, industri jasa keuangan, TPAKD, lembaga pendidikan dan pemangku kepentingan lainnya mulai menunjukkan dampak nyata.

Meski demikian, Gubernur Yulius menegaskan keberhasilan program tidak boleh berhenti pada jumlah rekening dan besarnya nominal tabungan.

Ia meminta rekening pelajar yang telah dibuka tetap aktif dan diikuti dengan peningkatan pengetahuan serta kebiasaan mengelola keuangan dalam kehidupan sehari-hari.

Kepada pelajar dan mahasiswa, Yulius juga menitipkan tiga kebiasaan sederhana. Pertama, menyisihkan uang untuk tabungan sejak menerima pemasukan. Kedua, mendahulukan kebutuhan dibandingkan keinginan impulsif. Ketiga, menjadi agen atau duta literasi keuangan di lingkungan sekolah, kampus, keluarga dan pergaulan.

“Ukuran keberhasilan menabung tidak hanya dihitung dari berapa besar nominal yang terkumpul, melainkan dari konsistensi karakter dan nilai-nilai kedisiplinan yang terbentuk,” katanya.

Pemprov Sulut, lanjut Yulius, juga menyiapkan empat arah kebijakan untuk memperkuat ekosistem keuangan. Di antaranya memperluas Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR), meningkatkan literasi keuangan produktif, memperkuat kecakapan transaksi digital seperti QRIS serta meningkatkan perlindungan konsumen dan kepastian hukum.

Khusus literasi digital, penggunaan teknologi keuangan harus berjalan beriringan dengan pemahaman mengenai keamanan siber dan perlindungan data pribadi.

Yulius Selvanus menegaskan pemerintah tidak mungkin bekerja sendiri. Sekolah, keluarga, industri jasa keuangan dan generasi muda harus menjalankan perannya untuk membangun ekosistem keuangan yang sehat.

“Mari kita jadikan peringatan Hari Indonesia Menabung dan Bulan Literasi Keuangan ini sebagai titik tolak untuk bergerak dari sekadar tahu menjadi mampu; dari sekadar memiliki akses menjadi cakap menggunakan dan dari sekadar menabung menjadi pandai merencanakan masa depan,” pungkasnya.***

 

No More Posts Available.

No more pages to load.