SITARO, Portalsulutnew.com – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) memperketat koordinasi lintas sektor untuk mengatasi kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang belakangan menjadi perhatian masyarakat.
Ketersediaan BBM dinilai menjadi persoalan penting karena berkaitan langsung dengan mobilitas warga, aktivitas transportasi antarpulau hingga roda perekonomian di Kabupaten Kepulauan Sitaro.
Merespons kondisi tersebut, Pemkab Sitaro bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) terus berkomunikasi dengan instansi terkait, termasuk pihak yang memiliki kewenangan dalam pengawasan maupun distribusi BBM.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan penyaluran BBM dapat berjalan sesuai kebutuhan masyarakat di tiga wilayah utama, yakni Siau, Tagulandang dan Biaro.
Sebagai daerah kepulauan, Sitaro menghadapi tantangan distribusi yang berbeda dibandingkan wilayah daratan. Faktor transportasi laut dan ketergantungan terhadap jadwal kedatangan kapal menjadi salah satu aspek yang perlu diperhitungkan dalam menjaga kesinambungan pasokan.
Pemkab Sitaro menegaskan persoalan tersebut akan terus dikawal melalui sinergi pemerintah daerah, Forkopimda, instansi teknis dan pihak penyalur. Koordinasi intensif diharapkan mampu mempercepat pemulihan ketersediaan BBM sekaligus mencegah gangguan yang lebih luas terhadap aktivitas masyarakat.
Di tengah kondisi tersebut, masyarakat diminta tetap tenang dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan yang berpotensi memperburuk situasi.
Berdasarkan informasi dari Bagian Ekonomi Setda Kabupaten Kepulauan Sitaro, kapal yang membawa pasokan BBM direncanakan tiba pada Senin, 24 Agustus 2026.
Kedatangan pasokan tersebut diharapkan menjadi momentum untuk mengurai kelangkaan BBM sekaligus mengembalikan kelancaran aktivitas transportasi dan perekonomian masyarakat di wilayah kepulauan Sitaro.(*)

