SULUT | Portalsulutnew.com – Di bawah kepemimpinan Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus, SE, berbagai indikator strategis menunjukkan tren yang positif sepanjang awal tahun 2026. Data resmi Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat capaian menggembirakan di sektor ekonomi, perdagangan internasional, pariwisata, pendidikan, kesehatan, hingga pertanian.
Deretan angka tersebut menjadi gambaran bahwa Sulawesi Utara terus menjaga momentum pembangunan dan pertumbuhan di tengah dinamika ekonomi nasional maupun global.
Inflasi Terkendali, Stabilitas Harga Terjaga
Sulawesi Utara mencatat deflasi sebesar 0,61 persen pada Mei 2026 (month-to-month). Sementara itu, inflasi tahunan (year-on-year) berada pada angka 2,33 persen, masih dalam rentang yang relatif terkendali.
Kondisi ini menunjukkan stabilitas harga barang dan jasa yang mampu menjaga daya beli masyarakat sekaligus mendukung aktivitas ekonomi daerah.
Ekspor Tumbuh Dua Digit, Surplus Perdagangan Capai USD 356 Juta
Kinerja perdagangan luar negeri menjadi salah satu motor penggerak perekonomian Sulawesi Utara.
Sepanjang periode Januari–April 2026, nilai ekspor mencapai USD 411,28 juta, meningkat 11,49 persen dibandingkan periode sebelumnya. Di sisi lain, impor tercatat sebesar USD 55,04 juta atau tumbuh 10,18 persen.
Capaian tersebut menghasilkan surplus neraca perdagangan sekitar USD 356 juta, mencerminkan daya saing produk ekspor Sulawesi Utara yang terus menguat di pasar internasional.
Pariwisata Bergairah, Mobilitas Udara Ikut Meningkat
Sektor pariwisata menunjukkan perkembangan yang sangat positif. Pada April 2026, jumlah kunjungan wisatawan mengalami peningkatan 21,80 persen dibanding bulan sebelumnya.
Pertumbuhan tersebut sejalan dengan meningkatnya aktivitas transportasi udara. Data menunjukkan sektor penerbangan tumbuh 11,34 persen, mengindikasikan tingginya mobilitas masyarakat serta meningkatnya minat wisatawan dan investor terhadap Sulawesi Utara.
Pembangunan Manusia Terus Menguat
Dalam aspek kualitas hidup masyarakat, Sulawesi Utara mencatat Indeks Pembangunan Manusia (IPM) sebesar 76,32 pada tahun 2025, yang menempatkan provinsi ini dalam kategori pembangunan manusia tinggi.
Sementara itu, Gini Ratio sebesar 0,341 menunjukkan tingkat ketimpangan pendapatan yang relatif terkendali. Angka ini menjadi indikator bahwa hasil pembangunan terus diupayakan agar dapat dirasakan lebih merata oleh masyarakat.
Pendidikan dan Kesehatan Tetap Menjadi Fokus
Peningkatan kualitas sumber daya manusia terus menjadi perhatian utama pemerintah daerah.
Data BPS menunjukkan rata-rata lama sekolah masyarakat Sulawesi Utara mencapai 9,91 tahun, mencerminkan akses pendidikan yang semakin baik.
Di sektor kesehatan, angka kematian bayi tercatat 15,75 per 1.000 kelahiran hidup. Berbagai program peningkatan layanan kesehatan dan penguatan fasilitas publik terus dilakukan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Produksi Padi Naik, Ketahanan Pangan Menguat
Dari sektor pertanian, Sulawesi Utara mencatat perkembangan yang positif. Pada tahun 2025, produksi padi meningkat 2,94 persen menjadi 265,11 ribu ton Gabah Kering Giling (GKG).
Peningkatan produksi ini menjadi indikator penting dalam memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus mendukung peningkatan kesejahteraan petani.
Menjaga Momentum Pertumbuhan
Berbagai indikator yang dirilis BPS menunjukkan bahwa Sulawesi Utara sedang berada dalam tren pertumbuhan yang positif. Stabilitas harga yang terjaga, ekspor yang tumbuh dua digit, lonjakan sektor pariwisata, peningkatan kualitas sumber daya manusia, hingga penguatan sektor pertanian menjadi fondasi penting bagi pembangunan daerah.
Dengan capaian tersebut, Sulawesi Utara memiliki modal yang kuat untuk mempertahankan momentum pertumbuhan, memperluas peluang investasi, serta mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan di masa mendatang.***





