Minut, Portalsulutnew.com – Upaya mendorong kemandirian ekonomi masyarakat terus dilakukan melalui berbagai terobosan pemberdayaan yang berorientasi pada peningkatan pendapatan. Salah satunya diwujudkan melalui kegiatan Gathering Transformasi Terobosan Pemberdayaan Peningkatan Pendapatan yang digelar di RM Tedu Matuari. Rabu (3/6/2026).
Kegiatan yang terselenggara melalui kolaborasi dengan PT Prisma Corpora Pinaesaan Matuari (PCPM) tersebut mengusung tema “Minut Bangkit Bersama Kita Bisa”, sebagai bentuk komitmen dalam membangun ekonomi masyarakat yang lebih kuat, inklusif, dan berkelanjutan.Dr. James Ch. Salibana, SE., MM., MBA., PIA., CWM., selaku Direktur Pengembangan Bisnis dan Jaringan PT Prisma Corpora Pinaesaan Matuari (PCPM), menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari sosialisasi program baru PCPM kepada masyarakat Minahasa Utara.
Dirut Salibana menjelaskan bahwa program yang dijalankan bukan sekadar kegiatan sosialisasi biasa, melainkan langkah strategis untuk membangun ekosistem ekonomi masyarakat yang mampu berkembang secara mandiri. Melalui pendekatan transformatif, masyarakat diajak mengenali potensi yang dimiliki daerah, mengelola sumber daya secara produktif, serta membuka akses terhadap peluang investasi dan sumber pendapatan baru. Menurutnya, terdapat dua fokus utama dalam sosialisasi tersebut, yakni memperkenalkan PCPM sebagai perusahaan yang bergerak dalam pengembangan ekonomi masyarakat serta memperkenalkan produk investasi yang akan segera diluncurkan.
“Sebenarnya ini merupakan program baru sehingga membutuhkan waktu untuk dilakukan sosialisasi secara luas. Bentuk sosialisasi yang kami lakukan adalah memperkenalkan PCPM kepada masyarakat, sekaligus memperkenalkan produk yang akan kami launching,” ujar Salibana.
Dirut Salinan menjelaskan bahwa Minahasa Utara dipilih sebagai daerah percontohan (pilot project) dalam program yang membuka kesempatan kepada masyarakat untuk menjadi bagian dari kepemilikan saham di Bank Perkreditan Rakyat (BPR) melalui PT PCPM. Masyarakat yang memiliki dana investasi mulai dari Rp5 juta, Rp10 juta hingga ratusan juta rupiah dapat berpartisipasi melalui PCPM. Nantinya, dana tersebut akan ditempatkan melalui perusahaan sebagai pemegang saham pada BPR yang menjadi mitra usaha.
Menurut Salibana, investasi saham memiliki potensi keuntungan yang lebih tinggi dibandingkan instrumen simpanan konvensional seperti deposito. “Kalau deposito biasanya hanya memberikan bunga sekitar 6,5 hingga 7 persen per tahun. Namun melalui investasi saham di BPR, return on equity bisa mencapai 30 hingga 40 persen. Artinya potensi keuntungan yang diterima investor jauh lebih besar ketika kinerja perusahaan dalam kondisi baik,” jelasnya. Dirut Salibana menambahkan, PCPM juga memberikan jaminan minimal keuntungan kepada para pemilik dana. Apabila nilai dividen yang diperoleh berada di bawah 10 persen, PCPM tetap akan memberikan imbal hasil sebesar 10 persen kepada investor.
Sebaliknya, apabila dividen yang dihasilkan lebih tinggi dan mencapai kisaran 20 hingga 30 persen, maka keuntungan tersebut akan dibagikan sesuai dengan nilai dividen yang diterima perusahaan. “Ini merupakan produk investasi yang kami anggap cukup menguntungkan. Selain itu, program ini juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat untuk mulai belajar melakukan investasi jangka panjang,” tambahnya.
Salibana menjelaskan bahwa investasi saham pada prinsipnya merupakan investasi jangka panjang yang idealnya dijalankan dalam rentang waktu lima hingga sepuluh tahun. Namun demikian, investor tetap diberikan fasilitas tertentu apabila sewaktu-waktu membutuhkan dana yang telah diinvestasikan.
Menjawab pertanyaan terkait keamanan investasi dan kekhawatiran masyarakat terhadap risiko kehilangan dana, Salibana menegaskan bahwa seluruh proses investasi dilakukan dengan pengikatan hukum secara notarial. Selain itu, pihak PCPM juga memberikan jaminan pribadi atau personal guarantee dari pemilik perusahaan yang juga merupakan pemilik Bank Prisma Dana, Bank Prisma Dana Gorontalo, serta Koperasi Serba Usaha Prisma. “Pengikatannya dilakukan secara notarial. Selain itu ada personal guarantee dari pemilik perusahaan. Jika terjadi sesuatu yang tidak dapat ditanggung perusahaan, maka akan ditanggung dengan aset pribadi yang dimiliki. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir terhadap keamanan investasi mereka,” tegasnya.
Tidak hanya fokus pada sektor keuangan, PCPM juga telah menyiapkan program lanjutan berupa Corporate Farming yang akan menjadi salah satu motor penggerak ekonomi baru di Minahasa Utara. Program tersebut dirancang untuk menampung para investor yang ingin menanamkan modal di sektor hortikultura, tanaman pangan, serta komoditas buah-buahan yang memiliki nilai ekonomi tinggi.
Menurut Salibana, potensi pertanian Minahasa Utara sangat besar karena masih banyak lahan produktif yang belum dikelola secara maksimal. Melalui konsep corporate farming, masyarakat yang memiliki lahan dapat bekerja sama dengan PCPM tanpa harus terlibat langsung dalam aktivitas bertani. Seluruh pengelolaan akan dilakukan secara profesional dan modern sehingga mampu menghasilkan nilai ekonomi yang lebih optimal. “Minahasa Utara memiliki banyak lahan yang belum dimanfaatkan secara maksimal. Ke depan, lahan-lahan tersebut bisa dikerjasamakan dengan PCPM melalui program corporate farming. Pengelolaannya akan dilakukan dengan sistem modern dan mekanisasi sehingga hasil yang diperoleh lebih maksimal,” ungkapnya Salibana . Sebagai bentuk keseriusan menjalankan program tersebut, PCPM telah menyiapkan berbagai sarana pendukung pertanian modern, termasuk alat-alat mekanisasi seperti traktor yang nantinya akan digunakan dalam pengelolaan lahan pertanian secara profesional.
Melalui program investasi dan pengembangan sektor pertanian modern tersebut, PCPM berharap mampu menciptakan peluang ekonomi baru, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah menuju Minahasa Utara yang lebih maju dan mandiri. “Minut Bangkit Bersama Kita Bisa” bukan sekadar slogan, melainkan semangat kolaborasi untuk menghadirkan transformasi ekonomi yang nyata bagi masyarakat Minahasa Utara,” tutup Salibana.
Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara memberi sinyal positif terhadap tawaran kerja sama PT PCPM. Dukungan itu disampaikan untuk mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi dan memperkuat fondasi usaha mikro di daerah.
Kolaborasi yang diajukan PT PCPM mendapat lampu hijau dari Pemkab Minut. Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Richard J.H. Dondokambey, SSTP, MAP, menyatakan kesiapan pemerintah daerah untuk berkolaborasi demi mengakselerasi perekonomian wilayah.
Menurut Richard, pengalaman kemitraan dengan lembaga keuangan lokal, termasuk jaringan Bank Prisma Dana, sudah terbukti. Selama ini kemitraan tersebut berperan menopang eksistensi pelaku UMKM serta menggerakkan roda ekonomi di tingkat akar rumput. ”Kehadiran program ini menjadi peluang investasi yang sangat baik dalam membangun ekosistem bisnis daerah. Pemkab Minahasa Utara berkomitmen untuk responsif menangkap peluang kerja sama ini, karena sasarannya jelas, yaitu peningkatan kesejahteraan masyarakat dan kemajuan daerah,” tegas Richard.
Dengan dua program unggulan yakni investasi saham BPR dan Corporate Farming, PCPM berharap menjadi jembatan bagi masyarakat Minahasa Utara untuk naik kelas secara ekonomi. Langkah ini bukan hanya soal keuntungan, tapi juga soal membangun budaya baru: berani berinvestasi, mengelola potensi daerah secara profesional, dan tumbuh bersama. Jika ekosistem ini berjalan, Minut Bangkit Bersama Kita Bisa bukan lagi sekadar tema acara, melainkan peta jalan nyata menuju daerah yang lebih mandiri dan sejahtera. (**)





