Bonyx Saweho Bantah Tudingan Pukul Orang Tua Atlet di Liga Pelajar Manado: Saya Justru Meleraikan

oleh
oleh

MANADO, PORTALSULUTNEW.COM – Keributan yang terjadi usai pertandingan Liga Pelajar Manado di Youth Center Manado, Sabtu (5/9/2026), mendapat klarifikasi langsung dari Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Manado, Bonyx Saweho.SE.

Bonyx membantah tegas tudingan yang menyebut dirinya melakukan pemukulan terhadap salah satu orang tua atlet dalam insiden tersebut.

Menurutnya, kehadirannya di lokasi justru untuk meredam situasi dan memisahkan pihak-pihak yang terlibat dalam keributan.

“Saya perlu luruskan informasi ini. Saya tidak melakukan pemukulan. Saat terjadi perkelahian, posisi saya justru melerai dan berusaha memisahkan mereka yang terlibat,” tegas Bonyx saat memberikan klarifikasi, Minggu (6/9/2026).

Bonyx kemudian membeberkan kronologi yang terjadi sebelum keributan pecah.

Ia menjelaskan, persoalan awal berkaitan dengan piagam penghargaan milik salah satu atlet asal Sangihe. Saat kejadian berlangsung, Bonyx mengaku sedang berada di lantai dua Youth Center untuk mengikuti rapat bersama perangkat pertandingan, wasit dan juri.

“Waktu kejadian awal saya berada di lantai dua. Saya sedang rapat dengan perangkat pertandingan, wasit dan juri. Jadi saya tidak melihat langsung bagaimana persoalan itu pertama kali terjadi di bawah,” jelasnya.

Usai rapat, Bonyx turun dan kemudian ditemui oleh orang tua atlet tersebut. Kepada dirinya, yang bersangkutan menyampaikan kekecewaan karena piagam penghargaan anaknya belum diterima.

“Setelah saya turun, yang bersangkutan datang menyampaikan keberatan. Saya kenal orangnya, sehingga saya tanya apa persoalannya. Dia menyampaikan piagam anaknya belum ada dan katanya sudah cukup lama menunggu,” ungkap Bonyx.

Bonyx mengaku saat itu berusaha merespons keluhan tersebut secara baik-baik. Ia meminta agar persoalan administrasi piagam terlebih dahulu dicek kepada pegawai yang bertugas.

“Saya sampaikan, tunggu dulu. Kita cek ke pegawai yang menangani piagam. Kalau memang belum ada, nanti kita lihat dan print. Intinya saya ingin persoalan itu diselesaikan, bukan diperdebatkan,” katanya.

Namun, menurut Bonyx, situasi kemudian berubah menjadi tegang.
Ia menyebut orang tua atlet tersebut masih menyampaikan protes dengan nada tinggi sambil merokok. Dalam kondisi itu, ada seseorang yang kemudian menegur agar rokok dimatikan karena sedang berbicara dengan kepala dinas.

“Setelah ditegur untuk mematikan rokok, yang bersangkutan ternyata tidak menerima. Dari situ kemudian terjadi adu mulut yang berkembang menjadi keributan dan perkelahian,” tutur Bonyx.

Melihat situasi semakin tidak terkendali, Bonyx mengatakan dirinya langsung mengambil tindakan untuk menghentikan perkelahian.

“Saat perkelahian terjadi, yang saya lakukan adalah melerai. Saya masuk untuk memisahkan mereka. Jadi saya tegaskan sekali lagi, bukan saya yang memukul,” ujarnya.

Bonyx juga menanggapi informasi yang menyebut dirinya menjadi salah satu pihak yang melakukan pemukulan. Ia meminta publik tidak terburu-buru mengambil kesimpulan hanya berdasarkan informasi yang belum terverifikasi.

“Bagaimana saya dikatakan memukul, sementara saya justru berusaha menghentikan perkelahian? Saya kenal yang bersangkutan dan tidak ada alasan bagi saya untuk melakukan itu,” tegasnya.

Ia bahkan meminta pihak-pihak yang memiliki informasi maupun rekaman kejadian untuk melihat peristiwa tersebut secara utuh, bukan mengambil kesimpulan berdasarkan potongan informasi.

“Kalau memang ada video, silakan dilihat secara lengkap. Jangan sampai potongan video atau cerita sepihak kemudian berkembang menjadi informasi yang tidak benar,” katanya.

Bonyx menegaskan dirinya tidak ingin persoalan tersebut melebar dan mengganggu pelaksanaan kegiatan olahraga di Kota Manado.

Menurutnya, perbedaan pendapat maupun protes dalam sebuah pertandingan seharusnya dapat diselesaikan melalui komunikasi dan mekanisme yang baik, bukan dengan keributan.

“Saya berharap semua pihak bisa menahan diri. Kalau ada persoalan dalam pertandingan, mari kita selesaikan dengan komunikasi. Jangan menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya karena itu hanya akan memperkeruh keadaan,” pungkas Bonyx.***

No More Posts Available.

No more pages to load.