Minut, Portalsulutnew.com –
Komitmen membangun sumber daya manusia (SDM) pariwisata yang unggul dan berdaya saing terus diperkuat di Kabupaten Minahasa Utara. Hal ini ditandai dengan terjalinnya kolaborasi strategis antara Sekolah Tinggi Ilmu Pariwisata (STIPAR) Manado, Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara, Asosiasi Desa Wisata Indonesia (ASDEWI), dan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Pariwisata Bunaken Indonesia.
Kolaborasi tersebut dibahas dalam audiensi yang berlangsung di Kantor Bupati Minahasa Utara, Selasa (23/6/2026), dipimpin Sekretaris Daerah Minut, Ir. Novly G. Wowiling, M.Si, didampingi Kepala Dinas Pariwisata Minut, Jein Barantian, M.Si. Hadir pula Ketua STIPAR Manado, Dr. Agus Walansendow, S.E., M.M., M.Si, serta Ketua ASDEWI, Christian Tambingon.
Kerja sama empat pilar ini difokuskan pada pengembangan SDM desa wisata melalui pendidikan tinggi, pelatihan, sertifikasi kompetensi, hingga pendampingan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) berbasis pariwisata.
Salah satu program unggulan yang akan segera dilaksanakan adalah Beasiswa Mitra Mandiri, yang memberikan kesempatan kepada putra-putri terbaik dari 10 kecamatan di Kabupaten Minahasa Utara (Minut) untuk menempuh pendidikan tinggi di bidang pariwisata.
Sekretaris Daerah (Sekretaris Daerah) Minut, Novly G. Wowiling, menegaskan bahwa peningkatan kualitas SDM menjadi fondasi utama dalam pengembangan sektor pariwisata daerah.
“Melalui program ini kami ingin memastikan anak-anak daerah memperoleh akses pendidikan yang lebih luas. Harapannya, mereka kembali ke desa masing-masing dan menjadi penggerak utama pembangunan desa wisata,” ujar Novly Wowiling.
Ketua STIPAR Manado, Dr. Agus Walansendow, menjelaskan bahwa program beasiswa akan difokuskan pada bidang-bidang yang relevan dengan kebutuhan industri pariwisata, seperti perhotelan, pengelolaan destinasi wisata, dan usaha perjalanan wisata.
“Dalam lima tahun ke depan kami menargetkan lahirnya SDM pariwisata yang kompeten dan tersertifikasi untuk mengelola desa-desa wisata di Minahasa Utara. Terlebih Likupang telah ditetapkan sebagai Destinasi Pariwisata Super Prioritas, sehingga masyarakat lokal harus menjadi pelaku utama dalam pembangunan sektor ini,” kata Agus Walansendow.
Selain pendidikan formal, masyarakat desa wisata juga akan mendapatkan pelatihan dan sertifikasi kompetensi yang difasilitasi oleh LSP Pariwisata Bunaken Indonesia. Program tersebut akan dilaksanakan langsung di desa-desa wisata dengan sertifikasi yang diakui secara nasional oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
Materi pelatihan mencakup pemandu wisata lokal, pengelolaan homestay, pengembangan kuliner khas Tonsea, pemasaran digital, hingga pembuatan konten promosi destinasi wisata.
Kepala Dinas Pariwisata Minut, Jein Barantian, menilai kualitas SDM menjadi faktor penting dalam meningkatkan daya saing destinasi wisata.
“Keindahan destinasi harus didukung pelayanan yang baik. Wisatawan saat ini tidak hanya mencari tempat yang menarik, tetapi juga pengalaman dan cerita yang berkesan,” ujar Jein Barantian.
Sementara itu, Ketua ASDEWI, Christian Tambingon, menegaskan bahwa kolaborasi ini akan membuka peluang lebih besar bagi desa-desa wisata di Minahasa Utara untuk terhubung dengan jaringan promosi dan pemasaran tingkat nasional.
Menurutnya, potensi produk unggulan desa sangat besar, namun masih membutuhkan penguatan pada aspek pengemasan, branding, dan pemasaran. Melalui kerja sama ini, STIPAR Manado akan membantu kurasi produk dan penguatan kemasan, mahasiswa terlibat dalam pembuatan konten promosi, sementara ASDEWI memperluas akses pemasaran melalui berbagai pameran dan event nasional.
Seluruh pihak sepakat bahwa keberhasilan pengembangan Destinasi Pariwisata Super Prioritas Likupang tidak hanya bergantung pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga pada kesiapan masyarakat, desa wisata, dan pelaku UMKM yang memiliki kompetensi serta sertifikasi di bidang pariwisata.
Rencananya, penandatanganan nota kesepahaman (MoU) akan dilakukan pada bulan depan. Adapun Program Beasiswa Mitra Mandiri angkatan pertama ditargetkan mulai dibuka pada tahun ajaran baru mendatang.
Kolaborasi ini diharapkan menjadi model pengembangan desa wisata berbasis pemberdayaan masyarakat di Sulawesi Utara serta mampu melahirkan SDM pariwisata unggul yang siap bersaing di tingkat nasional maupun internasional. (**)





