BITUNG, PORTALSULUTNEW.COM – Perubahan sebuah sekolah tidak selalu dimulai dari bangunan megah. Kadang, perubahan justru lahir dari keberanian untuk berbenah, melengkapi kekurangan dan membangun kepercayaan masyarakat.
Gambaran itu terlihat di SMK Negeri 6 Bitung. Sekolah yang berada di kawasan atas Terminal Tangkoko, Kota Bitung, ini perlahan menunjukkan wajah berbeda sejak dipimpin Kepala Sekolah Aripin Abas.
Dulu, jumlah peserta didik di sekolah tersebut hanya berada di kisaran dua ratusan siswa. Kini, jumlahnya telah mendekati 400 siswa.
Pertumbuhan itu tidak datang begitu saja. Di balik bertambahnya kepercayaan orang tua dan peserta didik, ada proses pembenahan yang terus dilakukan, mulai dari sarana dan prasarana, fasilitas pembelajaran, jaringan internet hingga penguatan kompetensi siswa.
Aripin Abas menjadikan pembenahan sekolah sebagai bagian penting dalam membangun kepercayaan masyarakat.
Menurutnya, sekolah harus mampu memberikan rasa nyaman kepada siswa sekaligus keyakinan kepada orang tua bahwa anak mereka mendapatkan pendidikan dan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.
“Kami perbaiki dan lengkapi fasilitas sekolah agar orang tua senang anaknya bisa sekolah di sini. Kami juga terus berupaya melahirkan siswa-siswa berprestasi,” ujar Aripin Abas.
Prestasi Siswa Jadi Penanda Perubahan
Perubahan SMKN 6 Bitung tidak hanya terlihat dari jumlah siswa. Prestasi peserta didik juga mulai menjadi penanda bahwa pembenahan yang dilakukan berjalan ke arah yang positif.
Salah satu capaian yang cukup menonjol datang dari Lomba Kompetensi Siswa (LKS) SMK tingkat nasional. SMKN 6 Bitung mampu masuk dalam jajaran 10 besar dari 28 provinsi yang berpartisipasi.
Tidak berhenti di sana, sebanyak tujuh siswa juga berhasil lolos dalam program United Tractors untuk wilayah Indonesia Timur.
Capaian tersebut menjadi modal penting bagi SMKN 6 Bitung untuk terus membangun tradisi prestasi di lingkungan sekolah.
Bagi Aripin, prestasi bukan sekadar penghargaan. Lebih dari itu, prestasi menjadi bukti bahwa sekolah kejuruan mampu melahirkan generasi yang memiliki kompetensi dan siap bersaing.
Tiga Jurusan dengan Orientasi Dunia Kerja
SMKN 6 Bitung saat ini memiliki tiga kompetensi keahlian yang menjadi bagian penting dari proses pendidikan siswa.
Ketiganya yakni Teknik Alat Berat (TAB), Teknik Kendaraan Ringan (TKR), serta Desain dan Komunikasi Visual (DKV).
Ketiga jurusan tersebut memiliki karakter berbeda, namun memiliki satu orientasi yang sama, yakni membekali siswa dengan keterampilan yang dapat digunakan ketika memasuki dunia kerja maupun dunia industri.
“Semua jurusan ini sangat diminati para siswa. Mereka senang karena setelah lulus nanti bisa langsung terjun dan diterima di dunia usaha maupun dunia industri karena sudah memiliki keterampilan yang mumpuni,” jelas Aripin.
Konsep pendidikan seperti ini menjadi kekuatan SMKN 6 Bitung. Sekolah tidak hanya mengejar kemampuan akademik, tetapi juga berusaha memastikan siswa memiliki keterampilan praktis sesuai bidang yang dipilih.
Infrastruktur Diperkuat, Pembelajaran Dibuat Lebih Siap
Transformasi sekolah juga menyentuh sisi fasilitas. Salah satu persoalan yang sebelumnya dihadapi adalah kualitas jaringan internet. Kondisi tersebut kemudian dibenahi dengan menghadirkan penguat jaringan internet berbasis Starlink.
Hasilnya, akses internet di lingkungan sekolah kini jauh lebih baik.
Perbaikan tersebut bahkan dirasakan saat pelaksanaan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK). Pelaksanaan ANBK dapat berjalan dengan aman dan lancar tanpa kendala jaringan yang berarti.
“Dulunya jaringan kurang bagus. Sekarang dengan adanya penguat jaringan internet Starlink, internet sudah bagus. Pada ANBK kemarin semuanya berjalan dengan aman dan baik,” ungkapnya.
Tidak hanya jaringan internet, sektor kelistrikan juga mendapat perhatian.
Jika sebelumnya daya listrik sekolah hanya sekitar 5.000 VA, kini kapasitas listrik telah ditingkatkan menjadi 32.000 VA.
Penambahan daya tersebut membuat kebutuhan operasional sekolah, termasuk kegiatan pembelajaran dan praktik siswa, dapat ditunjang dengan lebih baik.
“Kalau untuk listrik, kami sudah menambah daya. Tidak ada lagi kekurangan daya karena sekarang sudah melebihi kapasitas sebelumnya. Dulunya hanya 5.000 VA, sekarang sudah terpasang 32.000 VA,” katanya.
Membangun Sekolah, Menyiapkan Masa Depan Siswa
Pembenahan SMKN 6 Bitung pada akhirnya bukan hanya tentang mempercantik lingkungan sekolah.
Ada tujuan yang lebih besar, yakni menciptakan lingkungan pendidikan yang mampu menunjang proses belajar sekaligus mempersiapkan siswa menghadapi masa depan.
Saat ini, berbagai fasilitas bangunan sekolah secara bertahap telah dipenuhi. Siswa juga telah memiliki ruang praktik yang dapat digunakan untuk memperkuat pembelajaran berbasis keterampilan.
Bagi sekolah kejuruan, keberadaan ruang praktik memiliki arti penting. Sebab, keterampilan tidak cukup hanya dipelajari melalui teori.
Siswa perlu bersentuhan langsung dengan peralatan, proses kerja dan situasi yang mendekati lingkungan dunia usaha serta dunia industri. Di titik inilah perjalanan SMKN 6 Bitung menemukan arah barunya.
Sekolah yang sebelumnya hanya memiliki siswa di kisaran dua ratusan, kini telah mendekati 400 peserta didik. Prestasi mulai menembus tingkat nasional. Fasilitas terus dilengkapi dan kompetensi keahlian semakin diarahkan pada kebutuhan dunia kerja.
Di bawah kepemimpinan Aripin Abas, SMKN 6 Bitung sedang membangun satu pesan penting: sekolah kejuruan tidak sekadar tempat belajar, tetapi tempat menyiapkan generasi yang memiliki keterampilan, prestasi dan keberanian untuk memasuki dunia kerja.
Dan dari kawasan di atas Terminal Tangkoko, perubahan itu terus berjalan.***







