Kolaborasi YJI-PERKI Gelar Pelatihan Skrining Penyakit Jantung Rematik di RS GMIM Tonsea

oleh
oleh

Minut, Portalsulutnew.com – Yayasan Jantung Indonesia (YJI) cabang Kabupaten Minahasa Utara bersama Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskuler Indonesia (PERKI) dan Philips Indonesia menggelar pelatihan skrining penyakit Rheumatic Heart Disease (RHD) atau penyakit jantung rematik bagi dokter umum di Minahasa Utara yang berlangsung di Rumah Sakit GMIM Tonsea, Airmadidi, Senin (27/4/2026).

Minahasa Utara salah satu dari empat daerah sasaran program skrining penyakit RHD selain Bekasi, Malang dan Tulang Bawang.

Pelatihan ini menghadirkan sejumlah narasumber dari Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI), diantaranya Ketua PERKI dr. Gratiani E. H. Reppi, Sp.JP(K) dan dr. Victor Joseph, Sp.JP(K), serta dr. Asmoko Resta Permana, Sp.JP, Subsp. K.Ped.P.J.B(K), FIHA dari Bidang Medis YJI Pusat, Taufik Hidayat, S.Sos dari Bidang Preventif YJI Pusat, dr. Muhammad Farhan sebagai analis ahli dan para teknisi TKV Pusat, serta perwakilan Philips Indonesia.

Ketua Yayasan Jantung Indonesia cabang Kabupaten Minahasa Utara Dr. Kristi Karla Arina, S.E., M.M. mengatakan pelatihan ini sangat penting bagi tenaga medis, terutama di pelayanan kesehatan primer seperti puskesmas. Pelatihan ini juga persiapan teknis menjelang pelaksanaan skrining terhadap lebih dari 2.000 anak di Minahasa Utara pada Juli hingga Agustus mendatang.

“Saya bersyukur Minahasa Utara terpilih sebagai lokasi pelatihan ini. Pada Juli hingga Agustus nanti, kita akan melakukan skrining kepada lebih dari 2.000 anak. Penyakit ini dapat muncul tiba-tiba, sering diawali dari infeksi tenggorokan yang tidak tertangani dengan baik hingga berdampak pada jantung. Melalui pelatihan ini, saya berharap para dokter dapat memperoleh ilmu sekaligus menjadi saluran berkat bagi anak-anak di Minahasa Utara. Ilmu tanpa aksi hanyalah mimpi, sedangkan aksi tanpa ilmu dapat menimbulkan risiko. Karena itu, mari kita padukan keduanya demi masa depan anak-anak Minahasa Utara,” Ucap Kristi Karla Arina.

Sementara itu, dr. Asmoko Resta Permana, Sp.JP, Subsp. K.Ped.P.J.B(K), FIHA dari Bidang Medis YJI pusat mengatakan ini merupakan bagian untuk menggalakkan program pencegahan.

Menurutnya, Penyakit RHD ini bisa dicegah dengan antibiotik namun untuk menemukan pasien-pasien yang perlu mendapatkan pencegahan antibiotik butuh usaha ekstra. Oleh karena itu, pihaknya berusaha pro aktif melatih tenaga medis dan skrining ‘jemput bola’.

“Kita akan melakukan skrining datang langsung ke sekolah-sekolah. Targetnya adalah anak-anak yang sudah menampakkan perubahan di katup jantungnya, apabila terdeteksi positif maka diberikan antibiotik pencegahan supaya tidak berkembang menjadi penyakit jantung rematik,” ucapnya.

Hadir dalam pelatihan tersebut, Kadis Kesehatan Minut Drs. Allan Mingkid, Direktur RSU GMIM Tonsea dr. Christian D. Bato, M.Kes bersama jajaran dan para dokter. (**)

 

No More Posts Available.

No more pages to load.