Ketua PWI Sulut Tinjau Langsung Aksi Donor Darah Pokja PWI Manado di MTC, Apresiasi Gerakan Kemanusiaan

oleh
oleh
Ketua PWI Sulut Sintya Bojoh meninjau dan mengapresiasi aksi donor darah Pokja PWI Manado di MTC Manado. Kegiatan kemanusiaan ini ditargetkan mengumpulkan 403 kantong darah dalam rangka HUT ke-403 Kota Manado.

MANADO | Portalsulutnew.com – Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulawesi Utara, Sintya Bojoh, meninjau langsung pelaksanaan aksi donor darah yang digelar Pokja PWI Manado bekerja sama dengan PMI Sulawesi Utara di Mega Trade Centre (MTC) Manado, Jumat (3/7/2026).

Kehadiran Ketua PWI Sulut didampingi Sekretaris PWI Sulut, Ardison Kalumata, menjadi bentuk dukungan penuh terhadap gerakan kemanusiaan yang diinisiasi Pokja PWI Manado dalam rangka menyambut HUT ke-403 Kota Manado.

Usai meninjau jalannya kegiatan dan menyapa para pendonor, Sintya Bojoh memberikan apresiasi atas inisiatif para wartawan yang tidak hanya berperan menyampaikan informasi kepada masyarakat, tetapi juga terlibat langsung dalam aksi sosial yang memberi manfaat nyata.

“Gerakan kemanusiaan donor darah ini sangat baik, karena bisa membantu sesama kita yang membutuhkan darah. Setetes darah dapat menyelamatkan nyawa manusia,” ujar Sintya.

Ia berharap kegiatan serupa dapat menjadi inspirasi bagi seluruh pengurus PWI di kabupaten dan kota se-Sulawesi Utara agar semakin banyak aksi kemanusiaan yang lahir dari organisasi profesi wartawan.

“Saya mengajak seluruh PWI kabupaten dan kota untuk dapat melaksanakan aksi donor darah seperti yang dilakukan Pokja PWI Manado. Setetes darah dapat menyelamatkan nyawa manusia,” tandasnya.

Sementara itu, Sekretaris PWI Sulut, Ardison Kalumata, menilai kegiatan donor darah tersebut layak dijadikan agenda rutin setiap tahun karena manfaatnya sangat besar bagi masyarakat.

“Diharapkan agenda kemanusiaan donor darah ini bisa menjadi agenda tahunan Pokja PWI Manado. Ini merupakan aksi yang sangat mulia karena membantu masyarakat yang membutuhkan darah,” kata Kalumata.

Menurutnya, kegiatan sosial seperti donor darah juga menjadi momentum positif untuk semakin mendekatkan PWI Manado dengan masyarakat.

Ia menegaskan, PWI tidak hanya berfungsi sebagai organisasi profesi wartawan, tetapi juga dapat menjadi jembatan komunikasi masyarakat dalam menyampaikan berbagai persoalan melalui pemberitaan yang profesional dan berimbang.

“PWI Manado bisa menjadi wadah komunikasi masyarakat dalam menyampaikan berbagai keluhan mereka. Tentunya melalui pemberitaan yang berimbang dan sesuai dengan Kode Etik Jurnalistik,” imbaunya.

Di sisi lain, Ketua Panitia Donor Darah Pokja PWI Manado, James Lembong, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Ketua, Sekretaris, serta jajaran pengurus PWI Sulut yang telah meluangkan waktu meninjau langsung pelaksanaan kegiatan.

“Terima kasih atas perhatian Ketua beserta seluruh jajaran pengurus PWI Sulut yang hadir langsung di lokasi donor darah Pokja PWI Manado. Kehadiran ini menjadi motivasi bagi panitia dan seluruh relawan,” ungkap James.

Ia juga mengajak masyarakat, pengunjung Mega Trade Centre (MTC), serta para pelaku usaha dan tenant yang beraktivitas di kawasan tersebut untuk ikut ambil bagian dalam aksi donor darah.

“Setetes darah yang didonorkan sangat berarti bagi masyarakat dan saudara-saudara kita yang membutuhkan. Donor darah bukan hanya bentuk kepedulian, tetapi juga kesempatan untuk menyelamatkan nyawa sesama,” pungkasnya.

Aksi donor darah yang digelar Pokja PWI Manado bersama PMI Sulawesi Utara ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-403 Kota Manado dengan target mengumpulkan 403 kantong darah, sebagai simbol usia Kota Manado.

Kegiatan tersebut mendapat dukungan berbagai pihak, termasuk manajemen Mega Trade Centre (MTC), dan diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya donor darah sebagai aksi kemanusiaan yang berkelanjutan.***

No More Posts Available.

No more pages to load.