MANADO | Portalsulutnew.com — Setelah sempat melonjak tajam, angka kematian ibu dan bayi di Manado kini berhasil ditekan secara signifikan. Dinas Kesehatan (Dinkes) Manado bergerak cepat dengan strategi pencegahan agresif yang mulai menunjukkan hasil nyata.
Kepala Dinkes Manado, Boby Kereh, mengungkapkan bahwa tren sempat mengkhawatirkan. Pada 2023 tercatat 20 kasus, lalu melonjak menjadi 34 kasus di 2024. Namun, situasi berbalik drastis di 2025 dengan hanya 2 kasus yang tercatat.
Penurunan tajam ini bukan kebetulan. Dinkes mengandalkan pendekatan sistematis, mulai dari deteksi dini hingga intervensi langsung di lapangan.
“Fokus kami ada pada pencegahan sejak awal, terutama lewat screening rutin ibu dan bayi agar potensi risiko bisa ditekan,” tegas Kereh, Senin (27/04/2026) kepada Wartawan.
Langkah konkret dilakukan melalui pemeriksaan rutin di puskesmas, edukasi berkelanjutan, serta sosialisasi masif kepada masyarakat. Setiap fasilitas kesehatan didorong aktif menjangkau warga, bukan sekadar menunggu pasien datang.
Hasilnya mulai terlihat. Aktivitas intensif di tingkat puskesmas menjadi kunci utama dalam menurunkan angka secara keseluruhan di Kota Manado.
Di sisi lain, perhatian Dinkes tidak hanya berhenti pada isu kematian ibu dan bayi. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga mendapat pengawasan ketat. Sebanyak 16 puskesmas dilibatkan aktif dalam pemantauan, terutama yang memiliki Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Setiap minggu, petugas turun langsung melakukan Inspeksi Kesehatan Lingkungan (IKL) sesuai standar Kementerian Kesehatan. Tak hanya itu, pengawasan juga menyasar Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Sulut-Go sebagai pengendali program di wilayah ini.
Langkah ini menegaskan bahwa Pemkot Manado tidak sekadar menjalankan program pusat, tetapi juga memastikan implementasinya berjalan optimal di lapangan.
“Ke depan, kami akan tingkatkan intensitas pemantauan hingga ke setiap titik SPPG,” ujar Kereh.
Dengan strategi yang semakin terstruktur dan pengawasan berlapis, Manado kini berada di jalur yang lebih aman tidak hanya dalam menekan angka kematian ibu dan bayi, tetapi juga dalam memastikan kualitas gizi masyarakat tetap terjaga.(*/Ronay)





