Dari Medan Tempur ke Kampus: Gubernur Yulius “Guncang” Unklab Bicara Strategi, Laut, dan Lompatan Besar Sulut

oleh
oleh
Gubernur Yulius Selvanus berikan kuliah umum di Universitas Klabat
Gubernur Yulius Selvanus menggebrak kuliah umum di Universitas Klabat dengan kisah militer, strategi pembangunan, dan kritik tajam soal potensi laut Sulawesi Utara yang belum tergarap maksimal.

MINUT | Portalsulutnew.com — Aula Universitas Klabat (Unklab) mendadak berubah seperti ruang taktik. Bukan latihan militer, melainkan kuliah umum yang dibuka dengan gaya tak lazim oleh Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus SE. Di hadapan ratusan mahasiswa, orang nomor satu di Daerah Nyiur Melambai Sulawesi Utara itu tak banyak berteori ia langsung “menyerang” dengan pengalaman.

Kamis (26/02/2026), Gubernur Yulius membuka ceritanya lugas. Tiga dekade lebih hidup sebagai prajurit, dari korps baret merah hingga dunia intelijen, menjadi fondasi cara berpikirnya soal kepemimpinan dan pembangunan.

“Strategi itu bukan hafalan. Itu hasil tempaan,” katanya, membuat suasana kuliah terasa dekat dan cair.

Ia mengurai lintasan kariernya selama 23 tahun di pasukan elite, 11 tahun di intelijen dan Kementerian Pertahanan, hingga pernah dipercaya sebagai Kepala Instalasi Strategis Pertahanan serta Asisten Khusus Menteri Pertahanan saat Prabowo Subianto menjabat.

Cerita soal teknologi dan keamanan data pun membuat mahasiswa tersentak.

“Dari satu foto, saya bisa tahu asalnya,” ujarnya, disambut gelak dan tepuk tangan.

Namun kuliah ini bukan nostalgia militer. Gubernur Yulius menarik garis tegas ke masa depan Sulawesi Utara. Ia mengutip filosofi klasik The Art of War karya Sun Tzu: mengenali diri sendiri sebagai kunci kemenangan. Dimana prinsip itu relevan untuk pembangunan daerah.

Ia menelanjangi satu ironi besar yakni Sulut dikelilingi laut, 78 persen wilayahnya perairan, namun nilai tambah justru dinikmati pihak lain. Ekspor perikanan tembus Rp1,3 triliun per tahun, tetapi daerah nyaris tak merasakan dampaknya.

“Kita yang punya laut, orang lain yang panen,” tegasnya.

Letak Sulut di gerbang Asia Pasifik dan jalur pelayaran internasional, menurutnya, adalah kartu truf yang belum dimainkan maksimal. Masalahnya bukan kekurangan potensi, melainkan keberanian membaca peta dan mengambil langkah.

Di hadapan mahasiswa, Yulius Selvanus juga menyoroti pendidikan. Pintar saja tidak cukup. Karakter, mental, dan keberanian berinovasi adalah penentu.

“Kalau hanya otak yang tajam tapi mental rapuh, itu percuma,” pesannya tajam.

Kuliah umum itu berubah menjadi ajakan refleksi. Pembangunan, kata Gubernur Yulius, bukan sekadar kebijakan di atas kertas, melainkan cara berpikir yang berani keluar dari zona nyaman.

“Jangan hanya naik tangga. Sulawesi Utara butuh lompatan besar.”pungkasnya menutup.(romel)

No More Posts Available.

No more pages to load.