MANADO, Portalsulutnew.com — Di tengah geliat Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang terus tumbuh di Kota Manado, hadirnya Kedai JJS menjadi salah satu warna tersendiri bagi masyarakat yang mencari tempat santai sambil menikmati sajian sederhana dengan suasana yang bersahabat.
Berada di depan kompleks eks Kantor DPRD Sulawesi Utara, kawasan Sario, Manado, Kedai JJS menawarkan konsep yang sederhana namun menarik. Beragam pilihan minuman panas seperti kopi dan teh tersedia bagi pengunjung, disusul aneka minuman dingin yang cocok menemani waktu bersantai. Tidak hanya minuman, berbagai jajanan kuliner juga menjadi pilihan bagi mereka yang ingin mengisi perut sembari bercengkerama.
Yang membuat Kedai JJS memiliki daya tarik tersendiri adalah waktu operasionalnya. Kedai ini mulai ramai pada sore hingga malam hari, ketika aktivitas masyarakat mulai melonggar dan waktu berkumpul bersama teman maupun kerabat semakin terbuka.
Situasi tersebut membuat Kedai JJS bukan sekadar tempat membeli minuman atau jajanan. Perlahan, kedai ini berkembang menjadi salah satu titik tongkrongan bagi masyarakat dari berbagai usia yang ingin menikmati suasana santai tanpa harus mencari tempat yang terlalu formal.
Bagi kalangan muda, kedai seperti JJS memiliki daya tarik karena menawarkan ruang untuk bercengkerama, berdiskusi, menikmati kopi, hingga sekadar melepas penat setelah menjalani aktivitas sepanjang hari. Sementara bagi masyarakat umum, keberadaan kedai UMKM seperti ini menjadi pilihan alternatif untuk menikmati waktu sore dan malam.
Dari sisi UMKM, keberadaan Kedai JJS juga memperlihatkan bagaimana usaha kuliner skala kecil dapat membaca peluang dari kebiasaan masyarakat. Tidak harus menghadirkan konsep mewah, sebuah kedai bisa menarik perhatian ketika mampu menawarkan produk yang sesuai selera, lokasi yang mudah dijangkau serta suasana yang membuat pengunjung betah.
Fenomena menjamurnya UMKM kuliner di Manado dan berbagai daerah di Sulawesi Utara menjadi bagian penting dari pergerakan ekonomi masyarakat. Setiap kedai memiliki karakter masing-masing, termasuk Kedai JJS yang mencoba mengambil ruang melalui konsep sederhana dan jam operasional yang menyasar waktu sore hingga malam.
Untuk masyarakat yang berada di sekitar Sario dan kawasan pusat Kota Manado, Kedai JJS bisa menjadi salah satu pilihan untuk menghabiskan waktu selepas aktivitas. Menikmati secangkir kopi atau teh, mencoba jajanan yang tersedia, sembari berbincang bersama teman menjadi pengalaman sederhana yang justru banyak dicari.
Kedai JJS sekaligus menjadi gambaran bahwa UMKM tidak selalu berbicara mengenai usaha besar. Dari sebuah kedai sederhana, roda ekonomi dapat bergerak, pelanggan mendapatkan ruang untuk bersantai, sementara pelaku usaha memperoleh kesempatan untuk mengembangkan bisnisnya.
Di tengah persaingan kuliner yang semakin ramai, tantangan bagi Kedai JJS tentu bagaimana mempertahankan kualitas, pelayanan dan menciptakan inovasi agar pelanggan terus datang. Namun, dengan karakter sebagai tempat nongkrong sore hingga malam, Kedai JJS memiliki peluang untuk menjadi salah satu pilihan kuliner yang semakin dikenal di Kota Manado.
Masyarakat yang sedang mencari tempat santai di kawasan Sario, Kedai JJS layak masuk dalam daftar untuk dikunjungi—menikmati minuman, mencicipi jajanan, dan merasakan sendiri suasana tongkrongan UMKM yang tumbuh dari denyut kehidupan Kota Manado. (ronay)





