Minut, Portalsulutnew.com – Komitmen Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara dalam menjaga kerukunan, toleransi, dan perdamaian antarumat beragama kembali mendapat pengakuan di tingkat internasional. Bupati Minahasa Utara, Dr. Joune J.E. Ganda, dipercaya mewakili Indonesia untuk membagikan pengalaman dan praktik baik daerahnya dalam membangun harmoni sosial pada ajang UCLG World Assembly yang diselenggarakan pada 22–25 Juni 2026 di Palace of Arts and Culture, Tangier, Maroko.
Keikutsertaan Bupati Joune Ganda dalam forum yang menjadi bagian dari rangkaian United Cities and Local Governments (UCLG) World Congress tersebut menjadi kebanggaan tersendiri. Pasalnya, Kabupaten Minahasa Utara tercatat sebagai satu-satunya daerah dari Indonesia sekaligus kawasan Asia Pasifik yang berhasil masuk dalam daftar finalis penghargaan UCLG Peace Prize, sebuah penghargaan bergengsi yang diberikan kepada daerah yang dinilai berhasil menciptakan dan menjaga perdamaian di tingkat lokal.
Dalam sesi penyampaian pandangan (intervention), Bupati Joune Ganda memaparkan berbagai strategi yang telah dijalankan Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara dalam merawat keberagaman di tengah masyarakat yang terdiri dari berbagai latar belakang agama, budaya, dan suku.
Menurutnya, keberhasilan menjaga stabilitas sosial dan keharmonisan masyarakat tidak terlepas dari kolaborasi yang erat antara pemerintah daerah, tokoh agama, serta seluruh elemen masyarakat.
“Keberagaman yang kami miliki bukan sesuatu yang memisahkan, melainkan modal sosial yang memperkuat persatuan. Perdamaian harus dibangun bersama melalui komitmen yang berkelanjutan dan kepercayaan antarwarga,” ujar Bupati Joune Ganda saat menyampaikan pemaparannya di hadapan peserta forum internasional tersebut.
Bupati Joune menjelaskan bahwa kebijakan Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara dalam membangun kehidupan masyarakat yang harmonis bertumpu pada penguatan moderasi beragama, dukungan terhadap berbagai aktivitas keagamaan, serta pembukaan ruang dialog yang melibatkan seluruh unsur masyarakat.
Bupati menegaskan bahwa tokoh agama memiliki posisi yang sangat strategis dalam menjaga keseimbangan sosial dan menciptakan kehidupan yang damai. Oleh karena itu, pemerintah daerah terus memperkuat sinergi dengan lembaga-lembaga yang berperan dalam menjaga kerukunan, seperti Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dan Badan Kerja Sama Antar Umat Beragama (BKSAUA).
“Tokoh agama adalah mitra strategis pemerintah dalam membangun kehidupan masyarakat yang damai. Komunikasi yang terjalin dengan baik menjadi kunci untuk mencegah munculnya gesekan sosial,” tegas Bupati Joune Ganda.
Sebagai bentuk komitmen nyata, Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara selama beberapa tahun terakhir secara konsisten mengalokasikan anggaran khusus untuk mendukung program-program kerukunan dan kegiatan keagamaan. Anggaran tersebut digunakan untuk pemberian insentif kepada para rohaniwan, penguatan kelembagaan FKUB dan BKSAUA, serta bantuan bagi rumah-rumah ibadah dari berbagai agama yang ada di daerah tersebut.
Bupati Joune Ganda juga menekankan bahwa investasi dalam sektor kerukunan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pembangunan daerah. Menurutnya, kondisi masyarakat yang aman, damai, dan harmonis menjadi faktor penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan investasi, serta memperkuat sektor pariwisata.
“Minahasa Utara memiliki kawasan Likupang yang menjadi destinasi pariwisata prioritas nasional. Karena itu, menjaga keamanan dan keharmonisan masyarakat menjadi kebutuhan yang tidak bisa dipisahkan dari agenda pembangunan,” kata Bupati Joune Ganda.
Dalam forum yang dihadiri para pemimpin daerah dari berbagai negara tersebut, Joune menegaskan bahwa pemerintah daerah memiliki peran strategis dalam membangun dan memelihara perdamaian yang dimulai dari tingkat lokal. Pengalaman Minahasa Utara menunjukkan bahwa toleransi, kolaborasi, dan saling menghormati dapat menjadi fondasi yang kuat bagi pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.
Bupati Minahasa Utara, Dr. Joune J.E. Ganda, menyatakan bahwa penghargaan terbesar bagi sebuah daerah bukan hanya keberhasilan pembangunan fisik, tetapi juga terciptanya kehidupan masyarakat yang rukun dan harmonis.
“Perdamaian dimulai dari lingkungan terkecil. Ketika masyarakat hidup dalam semangat toleransi dan saling menghormati, maka pembangunan dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi semua. Pengalaman Minahasa Utara membuktikan bahwa keberagaman adalah kekuatan yang harus dirawat bersama,” ungkap Bupati Joune.
Partisipasi Kabupaten Minahasa Utara dalam UCLG World Assembly sekaligus menjadi momentum untuk memperkenalkan berbagai praktik baik yang telah diterapkan daerah kepada komunitas internasional. Kehadiran Minahasa Utara di forum global tersebut menunjukkan bahwa nilai-nilai toleransi, persaudaraan, dan kerja sama yang tumbuh di daerah mampu menjadi inspirasi dalam upaya menciptakan perdamaian yang lebih luas.
Melalui forum internasional ini, Kabupaten Minahasa Utara tidak hanya membawa nama Indonesia ke panggung dunia, tetapi juga menyampaikan pesan bahwa perdamaian dan toleransi merupakan fondasi utama dalam membangun masyarakat yang maju, inklusif, dan sejahtera. Harapannya, pengalaman yang dibagikan dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain di berbagai negara dalam memperkuat harmoni sosial demi terwujudnya perdamaian global yang berkelanjutan. (**)






