MANADO, Portalsulutnew.com – Sulawesi Utara mencatat langkah baru dalam penguatan perlindungan masyarakat. Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Satuan Perlindungan Masyarakat (Aslinmas) Sulut resmi dikukuhkan dengan Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara (Kejati Sulut) sebagai penggagas terbentuknya wadah tersebut.
Pengukuhan yang berlangsung di Auditorium Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado, Senin (24/8/2026), dipimpin Kepala Kejati Sulut Jacob Hendrik Pattipeilohy. Dalam agenda tersebut, turut dikukuhkan jajaran Ketua, Sekretaris dan Bendahara (KSB) Aslinmas di tingkat kabupaten/kota se-Sulawesi Utara.
Pembentukan Aslinmas Sulut menjadi perhatian karena tercatat sebagai kepengurusan Aslinmas pertama yang terbentuk di Indonesia. Kehadirannya diarahkan bukan sekadar sebagai organisasi, tetapi sebagai wadah untuk memperkuat peran masyarakat dalam menghadapi berbagai persoalan di tingkat paling bawah.
Kajati Sulut Jacob Hendrik Pattipeilohy menegaskan, keberadaan Aslinmas diharapkan mampu memperkuat perlindungan masyarakat, terutama dalam menghadapi potensi bencana sekaligus menjaga ketertiban dan ketenteraman lingkungan.
“Yang utama dengan adanya Aslinmas ini, kita ingin supaya dari Asosiasi Perlindungan Masyarakat ini semua tugas perlindungan masyarakat terhadap masalah kebencanaan maupun proses-proses ketertiban dan ketentraman masyarakat itu bisa lebih maksimal,” ujar Jacob kepada wartawan seusai pelantikan.
Menurut Jacob, kekuatan Aslinmas justru terletak pada kemampuannya bergerak dari tingkat desa. Karena itu, organisasi tersebut diharapkan tidak berhenti pada seremoni pengukuhan, tetapi mampu mengidentifikasi dan mengembangkan berbagai potensi yang dimiliki desa.
Jacob juga menilai desa memiliki posisi strategis dalam mendukung keberhasilan program pemerintah. Aslinmas diharapkan dapat menjadi salah satu instrumen yang membantu kepala daerah, baik bupati maupun wali kota, dalam menjalankan program pembangunan sekaligus mendukung agenda prioritas pemerintah pusat.
“Karena semuanya dari desa. Nggak ada program yang mulai dari kota tuh. Semuanya dari desa,” tegasnya.
Dengan terbentuknya kepengurusan hingga tingkat kabupaten/kota, Aslinmas Sulut kini dihadapkan pada tantangan untuk membuktikan perannya di lapangan. Penguatan perlindungan masyarakat, kesiapsiagaan menghadapi bencana, pemeliharaan ketenteraman serta penggalian potensi desa menjadi sejumlah pekerjaan yang menanti organisasi tersebut.
Langkah ini sekaligus menempatkan desa sebagai titik awal penguatan peran masyarakat dalam mendukung pembangunan dan menjaga stabilitas sosial di Sulawesi Utara.***





