MINAHASA, Portalsulutnew.com – Perayaan Pengucapan Syukur di Kabupaten Minahasa tidak hanya menjadi ajang silaturahmi masyarakat, tetapi juga dimanfaatkan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara untuk menguatkan pesan persatuan dan kebersamaan.
Gubernur Sulawesi Utara Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, SE bersama Wakil Gubernur Dr. J. Victor Mailangkay, SH, MH menghadiri perayaan Pengucapan Syukur yang dipusatkan di Lapangan Sam Ratulangi, Taman God Bless, Tondano, Minggu (26/7/2026).
Di hadapan masyarakat, Gubernur Yulius menegaskan bahwa Pengucapan Syukur merupakan warisan budaya dan nilai spiritual yang harus terus dijaga di tengah perkembangan zaman.
Menurutnya, tradisi turun-temurun masyarakat Minahasa itu bukan sekadar perayaan tahunan, melainkan menjadi momentum memperkokoh iman, mempererat persaudaraan, dan menjaga kerukunan antarsesama.
“Pengucapan Syukur bukan hanya tradisi, tetapi juga momentum untuk memperkuat iman, menjaga persatuan, serta menumbuhkan kepedulian terhadap sesama. Mari kita terus menjaga Sulawesi Utara yang aman, rukun, dan penuh kasih,” ujar Gubernur.
Ia juga mengajak masyarakat menjadikan rasa syukur sebagai energi untuk memperkuat semangat gotong royong dalam membangun daerah.
Menurutnya, nilai kebersamaan yang telah diwariskan leluhur merupakan modal penting untuk mewujudkan Sulawesi Utara yang semakin maju, sejahtera, dan berkelanjutan.
Kehadiran Gubernur dan Wakil Gubernur dalam perayaan tersebut menjadi simbol kedekatan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dengan masyarakat sekaligus bentuk dukungan terhadap pelestarian tradisi yang telah mengakar kuat di Tanah Minahasa.
Turut hadir Ketua TP PKK Provinsi Sulawesi Utara Anik Yulius Selvanus, Wakil Ketua TP PKK Sulut Merry E. Kalalo, Bupati dan Wakil Bupati Minahasa, jajaran Forkopimda Kabupaten Minahasa, pejabat tinggi pratama Pemprov Sulut, serta pejabat Pemerintah Kabupaten Minahasa.
Melalui momentum Pengucapan Syukur, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara berharap sinergi antara pemerintah, gereja, dan seluruh elemen masyarakat semakin kokoh dalam menjaga persaudaraan serta mendorong pembangunan daerah yang inklusif dan berkelanjutan.***





