Tragedi Longsor di Tambang Ilegal Sangihe: Dua Warga Tewas Tertimbun Tanah

oleh
oleh
Kapolres Kabupaten Sangihe saat memberikan keterangan terkait korban di Tambang Ilegal

SANGIHE,Potalsulutnew.com – Musibah longsor kembali terjadi di kawasan tambang ilegal atau Pertambangan tanpa izin (PETI) di Kabupaten Kepulauan Sangihe. Dua warga Kampung Lesabe, Kecamatan Tabukan Selatan, ditemukan meninggal dunia setelah tertimbun material tanah di lokasi tambang Entana Mahamu, Kampung Bawone, Kecamatan Tabukan Selatan Tengah, Jumat (22/8/2025) siang.

Kapolres Kepulauan Sangihe, AKBP Abdul Kholik, S.H., S.I.K., M.A.P., dalam keterangannya menjelaskan, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 12.00 WITA saat kedua korban tengah melakukan aktivitas penggalian. Tiba-tiba, tebing tanah di sekitar lokasi runtuh dan menimbun mereka.

“Korban masing-masing bernama Jatri Lomboh (54) dan Viktor Luis Pontoh (24), keduanya warga Kampung Lesabe. Setelah dilakukan pencarian hampir sepuluh jam oleh tim gabungan bersama masyarakat, korban berhasil dievakuasi sekitar pukul 22.00 WITA,” ungkap Kapolres.

Proses evakuasi melibatkan aparat kepolisian, Koramil, Basarnas, dan pemerintah setempat. Jenazah kedua korban kemudian dibawa melalui jalur laut dengan perahu menuju Kampung Lesabe untuk diserahkan kepada pihak keluarga.

Polisi juga mengungkap, lokasi tambang ilegal tempat kejadian itu diketahui dikelola oleh seorang penanggung jawab berinisial F.T., warga Kampung Bowongkulu, Kecamatan Tabukan Utara. Padahal, area pertambangan tersebut sudah resmi ditutup sejak Maret 2025 dan dipasangi papan larangan aktivitas.

Kapolres menegaskan pihaknya akan melakukan penyelidikan mendalam guna memastikan apakah ada unsur kelalaian maupun faktor lain yang menyebabkan jatuhnya korban jiwa.

“Polres Kepulauan Sangihe kembali mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas pertambangan ilegal. Selain melanggar hukum, risiko keselamatan sangat besar dan bisa berujung pada tragedi seperti yang terjadi hari ini,” tegasnya.

(*/Red)

No More Posts Available.

No more pages to load.