MANADO | Portalsulutnew.com – Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) memperkuat strategi pembangunan ketahanan pangan melalui kolaborasi lintas sektor. Langkah ini tidak hanya difokuskan pada ketersediaan pangan, tetapi juga menyasar keamanan, mutu, keterjangkauan harga, serta pemenuhan gizi masyarakat sebagai fondasi menuju Generasi Emas Indonesia 2045.
Komitmen tersebut mengemuka dalam Seminar Kolaborasi Lintas Sektor dalam Penguatan Keamanan Pangan dan Gizi untuk Mewujudkan Generasi Emas Indonesia 2045, yang digelar Dinas Pangan Daerah Sulawesi Utara dalam rangka memperingati Hari Pangan Sedunia (HPS) ke-46 Tahun 2026.
Seminar berlangsung di Ruang CJ Rantung, Kantor Gubernur Sulawesi Utara, Kamis (5/11/2026), dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan di bidang pangan, ekonomi, kesehatan, pendidikan, hingga dunia usaha.
Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Tahlis Gallang, melalui sambutan yang dibacakan Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Jemmy Ringkuangan, menegaskan bahwa Hari Pangan Sedunia harus menjadi momentum memperkuat kepedulian dan komitmen bersama dalam membangun ketahanan pangan daerah.
Menurutnya, pangan bukan sekadar kebutuhan dasar manusia, melainkan faktor strategis dalam membentuk sumber daya manusia yang sehat, produktif, dan berkualitas.
Ketahanan pangan, lanjutnya, tidak hanya berbicara mengenai ketersediaan bahan pangan, tetapi juga menyangkut akses masyarakat, stabilitas pasokan dan harga, keamanan konsumsi, serta kecukupan gizi.
Hal tersebut sejalan dengan tema Hari Pangan Sedunia 2026, “Innovate Today. Nourish Tomorrow” atau “Berinovasi Hari Ini, Memberi Nutrisi Esok Hari”, yang menekankan pentingnya inovasi dan langkah nyata dalam membangun sistem pangan berkelanjutan.
Pemprov Sulut mengapresiasi pelaksanaan rangkaian kegiatan HPS 2026 yang dinilai menjadi sarana edukasi, sosialisasi, promosi, sekaligus memperkuat komitmen seluruh pemangku kepentingan.
Secara khusus, seminar lintas sektor diharapkan mampu melahirkan pertukaran gagasan, pengalaman, dan inovasi yang menghasilkan rekomendasi konkret bagi pembangunan ketahanan pangan di Sulawesi Utara.
Dalam sambutan tersebut, Jemmy Ringkuangan menekankan enam langkah strategis yang perlu menjadi perhatian bersama dalam memperkuat ketahanan pangan daerah.
Pertama, mengoptimalkan potensi pangan lokal Sulawesi Utara sebagai kekuatan menuju kemandirian pangan.
Kedua, mendorong pemanfaatan inovasi dan teknologi dalam proses produksi, pengolahan, penyimpanan, hingga distribusi pangan.
Ketiga, memperkuat pengawasan keamanan dan mutu pangan untuk memastikan masyarakat memperoleh bahan pangan yang aman dan layak dikonsumsi.
Keempat, mendorong diversifikasi konsumsi pangan sekaligus meningkatkan pemenuhan gizi masyarakat.
Kelima, memperkuat koordinasi pengendalian inflasi pangan melalui jaminan ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan stabilitas harga.
Keenam, meningkatkan sinergi antarpemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, Bank Indonesia, Bulog, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), Satgas Pangan, dunia usaha, akademisi, hingga masyarakat.
Pemprov Sulut berharap berbagai gagasan yang berkembang dalam seminar tersebut tidak berhenti pada diskusi, tetapi dapat diwujudkan dalam rekomendasi dan program nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Kolaborasi lintas sektor juga diharapkan terus berlanjut setelah peringatan Hari Pangan Sedunia, sehingga pembangunan sistem pangan daerah dapat berjalan konsisten dan berkesinambungan.
“Dengan semangat kebersamaan, mari kita bangun sistem pangan Sulawesi Utara yang semakin mandiri, tangguh, berdaya saing, dan berkelanjutan,” demikian pesan dalam sambutan tersebut.
Pada kesempatan itu, Jemmy Ringkuangan secara resmi membuka Seminar Hari Pangan Sedunia ke-46 Tahun 2026.
Kegiatan turut dihadiri Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Utara, Kepala Perum Bulog Kanwil Sulawesi Utara dan Gorontalo, Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi Wilayah Sulawesi Utara dan Gorontalo, TP PKK Provinsi Sulawesi Utara, Kepala Dinas Pangan Daerah Sulawesi Utara Rahel Rotinsulu, jajaran TPID, kepala dinas ketahanan pangan kabupaten/kota, pimpinan organisasi dan asosiasi pelaku usaha pangan, akademisi, serta tokoh masyarakat.
Melalui penguatan kolaborasi tersebut, Pemprov Sulut menargetkan pembangunan sistem pangan yang tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan masyarakat saat ini, tetapi juga menjamin keamanan pangan dan kecukupan gizi generasi mendatang sebagai bagian dari upaya mewujudkan Indonesia Emas 2045.***





