Terkait usulan warga agar pintu air di Tanggari dibuka lebih lebar, Sarundajang menjelaskan bahwa Pemkab Minahasa sudah melakukan koordinasi. Saat ini pintu air telah dibuka sebesar 35 cm. Namun pembukaan lebih lanjut tidak memungkinkan karena berisiko menimbulkan banjir di wilayah Manado dan mengganggu turbin PLTA yang dapat menyebabkan pemadaman listrik bergilir.
“Kita semua berdoa agar cuaca ekstrem dan curah hujan tinggi segera berakhir agar debit air Danau Tondano menurun,” harapnya.
Wabup Minahasa juga mengungkapkan bahwa salah satu penyebab utama banjir adalah pendangkalan Danau Tondano, yang kini kedalamannya tinggal sekitar 16 meter dari sebelumnya lebih dari 60 meter. Ia menegaskan bahwa upaya pengerukan dan normalisasi danau merupakan kewenangan pemerintah pusat karena memerlukan anggaran besar.
“Namun Pemkab Minahasa akan terus berupaya menyuarakan dan membawa aspirasi masyarakat ke pemerintah pusat,” tutup pungkasnya. (Red)





