JAKARTA, PORTALSULUTNEW.COM – Pemberantasan korupsi membutuhkan lebih dari sekadar slogan dan pernyataan politik. Penguatan lembaga antirasuah juga harus ditopang keberanian politik, dukungan anggaran yang memadai serta perhatian terhadap kesejahteraan insan yang berada di garis depan pemberantasan korupsi.
Pandangan tersebut disampaikan Panglima Penggiat Rakyat Anti Korupsi (PERANK) Nasional, Reza Hasanuddin, saat memberikan apresiasi terhadap Anggota DPR-RI Daerah Pemilihan (Dapil) Sulawesi Utara, Marthin Daniel Tumbelaka (MDT), yang berani menyuarakan penguatan dukungan anggaran bagi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), termasuk perhatian terhadap kesejahteraan insan antikorupsi yang bekerja di lapangan.
Menurut Reza, sikap tersebut merupakan bentuk keberpihakan terhadap agenda pemberantasan korupsi yang membutuhkan dukungan nyata dari seluruh elemen negara, termasuk parlemen.
Ia bahkan memberikan apresiasi khusus kepada MDT pria asal Sulawesi Utara dengan menyebutnya layak mendapat predikat “Tuama”, istilah dalam budaya Minahasa yang merujuk pada laki-laki atau pria, dan dalam konteks yang lebih luas dapat dimaknai sebagai sosok yang berani mengambil sikap serta bertanggung jawab atas apa yang diperjuangkannya.
“Marthin Daniel Tumbelaka layak disebut Tuama, wakil rakyat yang hadir bukan hanya dengan kata-kata, tetapi berani memperjuangkan dukungan nyata agar lembaga pemberantasan korupsi dapat bekerja lebih maksimal, efektif dan leluasa,” ungkap Reza, Selasa (8/9/2026).
Menurut Panglima PERANK Nasional itu, dukungan terhadap KPK harus ditempatkan sebagai bagian penting dari upaya negara melindungi keuangan dan kepentingan masyarakat.
Sebab, kata dia, pemberantasan korupsi tidak cukup hanya mengandalkan keberanian penyidik, penegak hukum maupun aktivis antikorupsi. Seluruh instrumen pemberantasan korupsi membutuhkan dukungan kelembagaan dan anggaran agar mampu bekerja secara profesional dan independen.
“Rakyat membutuhkan wakil yang memahami bahwa pemberantasan korupsi bukan sekadar slogan. Yang dibutuhkan adalah keberanian, konsistensi dan keberpihakan pada kepentingan masyarakat,” tegas Reza.
Ia menilai, ketika seorang wakil rakyat berani mendorong penguatan lembaga pemberantasan korupsi sekaligus memperhatikan mereka yang bekerja di lapangan, maka sikap tersebut patut mendapat penghargaan publik.
“Ketika perjuangan seorang wakil rakyat diarahkan untuk memperkuat pemberantasan korupsi dan memastikan aparat di lapangan memiliki dukungan yang memadai, maka itu patut diapresiasi,” lanjutnya.
Reza menegaskan, perang terhadap korupsi merupakan pekerjaan besar yang membutuhkan konsistensi. KPK dan lembaga penegak hukum lainnya tidak boleh dibiarkan bekerja dengan dukungan yang terbatas sementara tuntutan masyarakat terhadap pemberantasan korupsi semakin tinggi.
Karena itu, menurut Reza, suara dari parlemen yang mendorong penguatan anggaran pemberantasan korupsi harus dipandang sebagai bagian dari upaya memperkuat sistem pengawasan terhadap pengelolaan uang negara.
“Uang rakyat harus dijaga. Ketika ada keberanian untuk memperkuat institusi yang bertugas mengawasi dan memberantas korupsi, maka itu adalah bagian dari perjuangan untuk kepentingan rakyat,” katanya.
Sebagai Panglima PERANK Nasional, Reza mengatakan pihaknya meyakini bahwa wakil rakyat seharusnya tidak hanya hadir ketika momentum politik berlangsung. Wakil rakyat harus mampu menggunakan kewenangan politiknya untuk mendorong lahirnya kebijakan yang berdampak langsung terhadap kepentingan masyarakat.
Dalam konteks pemberantasan korupsi, lanjutnya, dukungan tersebut menjadi semakin penting karena korupsi bukan hanya persoalan hukum, tetapi juga menyangkut hilangnya hak masyarakat atas pembangunan dan pelayanan publik yang berkualitas.
“Wakil rakyat yang benar-benar bekerja adalah mereka yang mampu menghadirkan kebijakan yang memberi manfaat bagi masyarakat dan memperkuat institusi negara dalam menjaga uang rakyat,” ujar Reza.
Ia pun kembali menegaskan apresiasinya terhadap MDT.
“Ini baru Tuama. Marthin Daniel Tumbelaka bekerja, bersuara dan memperjuangkan kepentingan rakyat melalui kerja nyata,” pungkasnya.***






