Maju Pilhut, Richie Yohanes Rundubelo Daftar Sebagai Calon Hukum Tua Desa Kolongan Tetempangan

oleh
oleh

 

Minut, Portalsulutnew.com – Richie Yohanes Rundubelo, SE, resmi mendaftarkan diri sebagai calon Hukum Tua Desa Kolongan Tetempangan, Kecamatan Kalawat, Kabupaten Minahasa Utara. Kamis, (17/9/2026).

Usai menyerahkan berkas pendaftaran pada Panitia Pemilihan Hukum Tua, Richie mengungkapkan bahwa motivasi utamanya maju sebagai calon Hukum Tua adalah membangun desa dengan melibatkan masyarakat.

“Program saya sebenarnya untuk membangun desa. Istilahnya, bersama-sama dengan masyarakat kita harus membangun desa supaya bisa berkembang agar lebih sejahtera dan makmur,” ungkap Richie kepada sejumlah wartawan.

Menurutnya, salah satu hal penting dalam pemerintahan desa adalah keterbukaan dan transparansi, terutama dalam pengelolaan dana desa. Ia berharap apabila diberikan kepercayaan oleh masyarakat untuk memimpin Desa Kolongan Tetempangan, seluruh dana yang ada di desa dapat dikelola secara transparan dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Dana-dana yang ada di desa itu harus transparan. Terutama dana desa, semuanya harus terbuka dan ada penyampaian kepada masyarakat,” tegasnya.

Selain transparansi anggaran, Richie juga memaparkan sejumlah program yang akan menjadi perhatiannya apabila terpilih sebagai Hukum Tua.

Program tersebut di antaranya pembangunan pasar desa, pembangunan atau pembenahan Balai Desa, serta penyediaan sarana dan prasarana ambulans bagi masyarakat.

Menurut Richie, keberadaan ambulans sangat penting untuk mempermudah masyarakat ketika menghadapi kondisi darurat atau membutuhkan transportasi bagi warga yang sakit.

“Kita akan menyediakan prasarana ambulans untuk mempermudah masyarakat Desa Kolongan Tetempangan. Kalau ada yang sakit dan membutuhkan ambulans, masyarakat tidak perlu lagi kesulitan atau harus menyewa,” jelasnya.

Usai melakukan pendaftaran, Richie mengaku bersyukur karena proses pendaftaran telah dilalui. Ia menyebut masih terdapat dua berkas yang perlu dilengkapi dan akan segera diselesaikan.

“Sudah selesai mendaftar. Tinggal melengkapi berkas, masih ada dua berkas yang kurang,” katanya.

Richie juga menyinggung pengalamannya dalam proses Pilhut sebelumnya pada tahun 2016. Saat itu terdapat empat calon yang ikut berkompetisi. Menurutnya, kehadiran beberapa calon dalam Pilhut kali ini merupakan hal yang baik karena setiap calon memiliki program dan gagasan masing-masing.

Ia berharap seluruh tahapan pemilihan dapat berjalan aman dan damai, tanpa adanya tindakan yang dapat memecah hubungan antarwarga.

“Kalau di sini kita suka yang aman, damai dan sejahtera. Terutama keamanan juga salah satu yang penting. Kalau aman, masyarakat akan merasa nyaman,” ujarnya.

Selain program utama tersebut, Richie juga menyampaikan sejumlah rencana lainnya, seperti penerangan lampu, pengembangan kegiatan olahraga, serta pelaksanaan berbagai perlombaan setiap tanggal 17 Agustus dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.

Menghadapi tahapan Pilhut, Richie secara khusus mengingatkan para simpatisan dan pendukungnya agar menjaga keamanan serta tidak melakukan tindakan yang dapat memicu konflik.

Ia meminta setiap pendukung untuk tetap santai, menjaga sikap dan menghormati seluruh proses demokrasi di tingkat desa.

“Kalau ada simpatisan pada kita, kita akan bilang kepada mereka, jangan arogan. Ini pemilihan, jadi jangan arogan, santai saja,” pesannya.

Richie menegaskan bahwa hasil akhir Pilhut merupakan bagian dari kehendak Tuhan Yang Maha Kuasa. Karena itu, siapa pun yang nantinya memperoleh kepercayaan masyarakat harus diterima dengan lapang dada.

“Kalah menang, itu sudah ditentukan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa. Semua itu kan dari atas. Kalah atau menang, yang penting jangan bikin ribut dan jangan membuat malu,” katanya.

Ia pun mengajak seluruh calon, pendukung dan masyarakat untuk bersama-sama menjaga suasana tetap kondusif hingga seluruh tahapan Pilhut selesai.

Terkait keyakinannya dalam mengikuti kontestasi Pilhut, Richie menyatakan siap menjalani seluruh proses dan menyerahkan hasil akhirnya kepada masyarakat serta Tuhan Yang Maha Kuasa.

Baginya, target utama bukan sekadar memenangkan pemilihan, tetapi bagaimana proses demokrasi di Desa Kolongan Tetempangan dapat berlangsung dengan aman, damai dan tetap menjaga persaudaraan masyarakat.

“Untuk pemilihan Hukum Tua, saya optimis. Target saya 75 persen suara, dan paling tidak minimal 60 persen harus tercapai,” tegas Richie.

Dengan pendaftaran tersebut, Richie Yohanis Rundubelo, SE, resmi menjadi salah satu calon yang akan mengikuti tahapan Pemilihan Hukum Tua Desa Kolongan Tetempangan.

Ia berharap seluruh proses dapat berjalan lancar dan masyarakat dapat menggunakan hak pilih dengan bijaksana, sehingga siapa pun yang nantinya terpilih mampu menjalankan amanah serta membawa Desa Kolongan Tetempangan menuju kehidupan masyarakat yang lebih aman, sejahtera dan makmur. (**)

No More Posts Available.

No more pages to load.