Minsel, Portalsulutnew.com – Potensi tanaman seho atau aren di Desa Malola Satu, Kecamatan Kumelembuai, Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), diharapkan dapat dikembangkan menjadi salah satu sumber pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Harapan tersebut disampaikan Bupati Minsel, Franky Donny Wongkar, S.H., saat menghadiri ibadah syukur HUT ke-29 Desa Malola Satu yang dirangkaikan dengan peluncuran Festival Seho dan wisuda 50 peserta Sekolah Lansia SMART Bugenville.
Kegiatan yang digelar di Kantor Desa Malola Satu itu menjadi langkah awal untuk memperkenalkan potensi lokal sekaligus mendorong masyarakat melihat tanaman aren tidak hanya sebagai sumber daya alam, tetapi juga sebagai komoditas yang dapat dikembangkan melalui pengolahan dan inovasi.
Dalam sambutannya, Wongkar menekankan bahwa Festival Seho diharapkan memiliki dampak nyata bagi masyarakat. Menurutnya, pengembangan potensi aren perlu disertai peningkatan kualitas produk, pengolahan hasil turunan, strategi pemasaran, serta keterlibatan pelaku usaha dan generasi muda.
“Festival Seho diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi berkembang secara berkelanjutan melalui kolaborasi pemerintah, masyarakat, pelaku usaha, dan generasi muda,” ungkap FDW.
Pengembangan tersebut dinilai sejalan dengan upaya Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan dalam mendorong transformasi ekonomi melalui sektor pertanian dan pariwisata.
Dengan pengelolaan yang terarah, Festival Seho diharapkan dapat menjadi ruang promosi bagi potensi desa, memperluas peluang usaha, serta mendorong masyarakat mengembangkan produk lokal yang memiliki nilai tambah.
Namun, keberlanjutan festival juga membutuhkan langkah konkret, mulai dari pengembangan produk turunan aren, peningkatan mutu, perluasan akses pemasaran, hingga membangun kerja sama yang dapat mendukung pertumbuhan usaha masyarakat.
Selain peluncuran Festival Seho, peringatan HUT ke-29 Desa Malola Satu juga dirangkaikan dengan wisuda 50 peserta Sekolah Lansia SMART Bugenville.
Bupati FDW mengapresiasi seluruh pihak yang mendukung pelaksanaan program tersebut, termasuk BKKBN Provinsi Sulawesi Utara, pengelola sekolah lansia, dan kader Prolanis.
Ia menegaskan bahwa semangat belajar tidak dibatasi usia. Melalui program sekolah lansia, para peserta diharapkan dapat terus menjaga kesehatan, kemandirian, produktivitas, serta kualitas hidup.
Pada momentum yang sama, Wongkar mengajak masyarakat menjadikan peringatan hari jadi desa sebagai kesempatan memperkuat kebersamaan dan melanjutkan pembangunan.
Ia juga menyampaikan ucapan selamat HUT ke-29 kepada seluruh masyarakat Desa Malola Satu, seraya berharap nilai Mapalus tetap menjadi landasan dalam membangun kehidupan sosial dan ekonomi yang lebih baik.
Ibadah syukur dipimpin Pdt. Sterly Karenda, M.Th., selaku Ketua BPMJ GMIM Yudea Malola Satu. Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Utara dr. Jeanny Yola Winokan, M.A.P., Plt. Kepala Dinas PPKB Minsel Frely L. Turangan, S.ST., Plt. Camat Kumelembuai Aldy Tumanduk, S.Sos., Kapolsek Motoling AKP Betsy Lumi, Kepala Puskesmas Kumelembuai dr. Christian Tambingon, M.Kes., serta unsur pimpinan gereja dan hamba Tuhan.(*/donnie)










