Duka Minsel: Kepergian Grealish, Bocah 4 Tahun yang Bikin Satu Kampung Tergetar

oleh
oleh
Jenazah Grealish Liud

Amurang,Portalsulutnew.com – Tragedi memilukan mengguncang Desa Lopana Satu, Kecamatan Amurang Timur, Minahasa Selatan (Minsel). Seorang bocah berusia 4 tahun, Grealish Liud atau yang akrab disapa Grilis, ditemukan tak bernyawa usai tenggelam di Pantai Lopana, Minggu sore (28/9/2025).

Peristiwa itu bermula saat Grilis bermain bersama kakaknya dan beberapa teman di tepi pantai sekitar pukul 17.00 WITA. Sang kakak sempat menyuruhnya pulang, namun ketika hendak meninggalkan lokasi, ia justru melihat tubuh adiknya mengapung di laut.

Sejumlah warga yang berada di sekitar pantai berusaha memberikan pertolongan. Korban bahkan sempat dilarikan ke rumah sakit. Namun, nyawa bocah petualang itu tidak tertolong.
Kabar meninggalnya Grilis sontak mengundang duka mendalam bagi warga Lopana Satu. Ratusan orang memadati rumah duka, bahkan Bupati Minahasa Selatan, Franky Wongkar, turut hadir menyampaikan belasungkawa.

“Seorang anak 4 tahun bisa membuat satu kampung terenyuh. Sosok polos, periang, dan akrab dengan siapa saja menjadikan Grilis istimewa di mata warga,” ungkap Frangky James Menajang, tokoh masyarakat setempat.

Menajang menambahkan, kehidupan sederhana Grilis justru menjadi pelajaran berharga.

“Dia tidak punya jabatan, tidak punya harta berlimpah, tapi kematiannya menyentuh banyak orang. Dari Grilis kita belajar, selama hidup berbuatlah kebaikan agar selalu dikenang,” ujarnya.

Hal senada disampaikan paman korban, Sinyo Bawintil. Ia menyebut kepergian sang keponakan meninggalkan jejak kenangan mendalam. “Ade Grilis, bocah petualang yang ramah dan penuh rasa ingin tahu. Kehangatan dan senyumnya akan selalu dirindukan,” tuturnya.

Hari ini, Selasa (30/9/2025), jenazah Grealish Liud dimakamkan. Meski singkat, perjalanan hidup bocah empat tahun itu telah meninggalkan inspirasi—bahwa bahkan jiwa kecil pun mampu mengguncang hati banyak orang.(Donnie Tutu)

No More Posts Available.

No more pages to load.