Tragedi KM Barcelona 5A: Dugaan Persaingan Bisnis Pelayaran Mencuat

oleh
oleh
Iwan Moniaga dan KM Barcelona 5A (Foto:insert)

Manado – Tragedi kebakaran kapal KM Barcelona 5A yang terjadi Pada Minggu 20 Juli 2025, di perairan Sulawesi utara tepatnya di Pulau talise pada pekan lalu. Masih menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban.

Namun di balik insiden memilukan itu, muncul dugaan mengejutkan. Tragedi tersebut diduga berkaitan dengan persaingan tidak sehat dalam bisnis jalur pelayaran.

Kebakaran hebat yang melanda KM Barcelona 5A saat berlayar dari Pelabuhan Talaud menuju Manado pada siang hari itu, mengakibatkan tiga orang meninggal dan ratusan korban lainnya selamat meski harus menjalani perawatan medis.

Jangan lewatkan : Pasca Insiden KM Barcelona 5A, Pemilik Kapal Tanggung Jawab Secara Profesional

Kapal penumpang milik Perusahaan Pelayaran PT Surya Pacifik Indonesia (SPI) KM Barcelona 5A, yang selama ini dikenal rutin melayani jalur antar pulau itu. Seketika berubah menjadi kobaran api di tengah laut, menyisakan trauma bagi para penumpang selamat.

Dugaan Sabotase Mencuat

Setelah mengikuti runutan informasi baik dari media sosial maupun pemberitaan di sejumlah media-media online lokal. Aktivis dan Pemerhati Masyarakat Sulut, Iwan Moniaga menilai ada kejanggalan dibalik tragedi terbakarnya KM Barcelona 5A.

Apalagi kata dia, ketika melihat tayangan-tayangan viral di sejumlah media sosial. Bahwa ada saksi melihat bahwa indikasi sumber api berasal dari salah satu Kabin (Deck) 3 Kamar 33. Hal ini memunculkan dugaan bahwa kebakaran tersebut bukanlah murni kecelakaan teknis atau pun kelalaian, melainkan sabotase.

“ Saya menduga kemungkinan adanya unsur kesengajaan. Ada indikasi yang mengarah pada kompetisi tidak sehat dalam persaingan bisnis pelayaran. Bisa saja jalur pelayaran dari Perusahaan pemilik Kapal Barcelona 5A yang nahas itu, dilirik perusahaan industri pelayaran lainnya”,ujar Iwan Moniaga menduga, saat bersua dengan wartawan media ini,Jumat (25/07/2025).

Dugaan Persaingan Usaha Pemicu

Lebih lanjut dikatakan mantan Presidium GMNI ini, setahu dia bahwa Perusahaan Pelayaran PT Surya Pasifik Indonesia pemilik Kapal cepat KM Barcelona 5A. Merupakan salah satu Perusahaan Pelayaran pemain lama di Pelabuhan Manado dan KM Barcelona 5A menjadi idola dan pilihan utama masyarakat. Untuk dijadikan alat transportasi laut karena reputasinya yang dinilai cukup baik.

“Nah hal seperti ini dapat mengubah peta persaingan bisnis. Saya menduga persaingan usaha tidak sehat menjadi pemicu terjadinya insiden yang dialami oleh KM Barcelona 5A”,ujarnya.

Karena secara awam dia mengatakan, kalau penyebab kebakaran diakibatkan karena api dari kamar mesin, Kapal KM Barcelona 5A akan meledak terbakar habis dan pasti karam ke dasar laut.

“ Kondisi kapal KM Barcelona pasca terbakar dan berhasil dipadamkan apinya. Masih tetap berada di datas air dalam artian tidak karam. Itu artinya diduga api yang berasal dari deck 3 di Kamar 33 itu ada unsur kesengajaan”,tandasnya.

Pemerintah dan Aparat Penegak Hukum Diminta Bertindak Tegas

Iwan moniaga mendorong agar pihak pemerintah dalam hal ini Kementrian perhubungan dan aparat kepolisian. Agar melakukan penyelidikan menyeluruh dan secara transparan, akan kasus terbakarnya KM Barcelona 5A.

“Jika benar insiden ini didalangi oleh motif persaingan bisnis tidak sehat, maka hal ini bukan hanya pelanggaran hukum biasa. Tetapi juga kejahatan terhadap kemanusiaan yang sudah direncanakan. Harus diusut tuntas sampai ke akar-akarnya,”tegas Iwan Moniaga.

No More Posts Available.

No more pages to load.