Portalsulutnew.com – Proyek pembangunan pengamanan Pantai Amurang di Kecamatan Amurang Timur, Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) terus berjalan dengan baik. Pekerjaan yang dibiayai melalui SBSN (Surat Berharga Syariah Negara) Tahun Anggaran 2025 ini merupakan paket satu dengan No. Kontrak HK 0201/BWS,11.8.1AMR-1/2024/01 senilai Rp44.073.628.595,56. Adapun pelaksana kerja dipercayakan kepada PT Karya Murni Anugerah.
Proyek ini membentang dari Kelurahan Pondang hingga Desa Lopana Satu, Kecamatan Amurang Timur. Kehadiran proyek pengamanan pantai ini menjadi harapan besar masyarakat pesisir, khususnya untuk mengurangi dampak abrasi dan banjir rob yang kerap mengancam kawasan tersebut.

Pengawas proyek, menjelaskan bahwa pembangunan pemecah ombak di Amurang dirancang untuk benar-benar memberi perlindungan sekaligus memperhatikan keberlanjutan lingkungan.
“Proyek pemecah ombak harus mampu mengurangi energi gelombang, mencegah abrasi, serta mengurangi risiko banjir rob. Selain itu, desainnya juga harus menjaga ekosistem pesisir agar tidak menimbulkan dampak buruk bagi lingkungan,” ujar JS Pengawas Proyek.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa penggunaan material ramah lingkungan dan desain yang tahan lama menjadi prioritas. Partisipasi masyarakat lokal dalam pengawasan juga ikut memperkuat transparansi pelaksanaan.
“Proyek ini dilaksanakan secara transparan dan akuntabel. Kami memastikan tidak ada penyalahgunaan anggaran. Selain itu, teknologi modern seperti tetrapod juga digunakan untuk meningkatkan efektivitas dan ketahanan bangunan pemecah ombak,” tambahnya.
JS mengungkapkan, pekerjaan dimulai sejak Juni 2025 dan ditargetkan rampung pada Desember 2025. Hingga kini progres sudah mencapai sekitar 45 persen, dengan panjang pekerjaan sekitar 100 meter.
“Targetnya pertengahan Desember sudah selesai sesuai prosedur dan spesifikasi. Prosesnya juga terus mendapat pengawasan dari masyarakat setempat,” jelas JS.
Warga pesisir, termasuk para nelayan, menyambut baik proyek ini. Mereka berharap dengan selesainya pembangunan pemecah ombak, aktivitas melaut lebih aman serta permukiman warga di tepi pantai terlindungi dari potensi abrasi dan gelombang tinggi.
Proyek pengamanan pantai ini menjadi salah satu langkah penting pemerintah melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi Utara untuk memberikan solusi nyata terhadap masalah abrasi yang sudah lama dikeluhkan masyarakat Amurang.
(Dotu)








