Dilansir Nyepi.com, Pawai ogoh-ogoh juga melambangkan kemenangan kebaikan atas kejahatan, dan kemenangan nilai-nilai spiritual atas materialisme. Pengarakkan dan pembakaran Ogoh-ogoh merupakan pengingat bagi masyarakat Bali untuk selalu berupaya mencapai keseimbangan spiritual dan menghindari perilaku negatif.
Upacara Bhuta Yajna diadakan pada malam sebelum hari Nyepi dan merupakan upacara kedua dari perayaan Nyepi. Para lelaki Bali menggunakan rangka bambu, untuk menyangga boneka yang tingginya bisa mencapai 30 kaki saat mereka berjalan di jalan-jalan diiringi alunan musik gamelan.
Komunitas pemuda Bali membangun patung-patung tersebut, terkadang berbulan-bulan sebelum perayaan. Ini merupakan bagian penting dari cara masyarakat Bali untuk menjaga tradisi dan ritual mereka tetap hidup.





