MANADO | Portalsulutnew.com – Kebangkitan sektor pariwisata Sulawesi Utara mulai menunjukkan hasil nyata. PT Pengembangan Pariwisata Sulawesi Utara (PPSU), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemprov Sulut, kini kembali bergerak agresif membuka jalan investasi besar di sektor wisata.
Di bawah kepemimpinan Komisaris Utama Benny Parasan, SH, MA, D.Min bersama Direktur Utama Lexy David Lintuuran, PPSU mulai menghidupkan kembali proyek-proyek strategis yang selama ini terkesan mati suri.
Salah satu proyek yang kini menjadi perhatian serius yakni pengembangan kawasan eks Manado Beach Hotel (MBH) di Mokupa, Kecamatan Tanahwangko, Kabupaten Minahasa. Kawasan yang berada di pesisir pantai dengan panorama laut eksotis itu diproyeksikan menjadi magnet baru pariwisata Sulut.
Benny Parasan mengungkapkan, PPSU saat ini telah menjalin kerja sama dengan investor asal China untuk mengembangkan kawasan wisata eks MBH menjadi destinasi berkelas internasional.
“PPSU sudah menjalin kerja sama dengan investor dari China untuk pengembangan usaha pariwisata di eks gedung MBH,” ujar Parasan.
Tak sekadar wacana, nilai investasi yang masuk disebut mencapai angka fantastis hingga triliunan rupiah. Kehadiran investor asing ini dinilai menjadi bukti bahwa potensi wisata Sulawesi Utara mulai dilirik pasar global.
Menurut Parasan, proses kerja sama kini telah memasuki tahap penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA), atau dokumen resmi yang mengatur hubungan kerja sama antara PPSU dan investor.
Dokumen tersebut memuat peran, tanggung jawab, hingga ketentuan teknis kedua pihak dalam pengembangan kawasan wisata strategis tersebut.
“MoA ini merupakan dokumen yang lebih rinci dan memiliki kekuatan hukum lebih kuat dibanding Nota Kesepahaman atau MoU,” tegas Parasan.
Kebangkitan PPSU ini juga dinilai sejalan dengan arah pembangunan Pemerintah Provinsi Sulut di era Gubernur Yulius Selvanus SE yang mulai fokus mendorong sektor pariwisata sebagai kekuatan ekonomi baru daerah.
Jika proyek eks MBH berhasil direalisasikan, kawasan Mokupa-Tanahwangko berpotensi berkembang menjadi pusat wisata premium yang mampu menarik wisatawan mancanegara, membuka lapangan kerja baru, serta menggerakkan ekonomi masyarakat pesisir.(Romel)





