MANADO, PORTALSULUTNEW.COM – Rangkaian kompetisi Liga Pelajar Kota Manado 2026 resmi berakhir. Ajang olahraga yang digagas Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Manado tersebut ditutup dengan sejumlah pertandingan final di berbagai lokasi, Sabtu (5/9/2026).
Kompetisi yang berlangsung sejak 27 Agustus 2026 itu menjadi ruang bagi ratusan pelajar dari jenjang SD, SMP hingga SMA/SMK sederajat untuk menunjukkan kemampuan sekaligus mengasah mental bertanding.
Sejumlah cabang olahraga (cabor) masih mempertandingkan laga-laga penentuan pada hari terakhir. Di antaranya tinju, atletik, panjat tebing, tenis meja, basket dan taekwondo.
Sementara itu, beberapa cabor lainnya seperti billiard, pencak silat dan anggar telah lebih dahulu menuntaskan pertandingan pada hari-hari sebelumnya.

Dengan berakhirnya seluruh pertandingan, Liga Pelajar Manado 2026 tidak hanya meninggalkan daftar peraih juara, tetapi juga memperlihatkan besarnya potensi atlet muda yang dimiliki Kota Manado.
Kepala Dispora Kota Manado Bonyx Yusak Saweho, SE menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah terlibat dalam pelaksanaan kompetisi tersebut.
Menurut Bonyx, keberhasilan Liga Pelajar tidak semata-mata diukur dari siapa yang keluar sebagai juara. Lebih dari itu, kompetisi tersebut menjadi bagian dari proses pembinaan atlet sejak usia sekolah.
“Liga Pelajar ini selain untuk pembinaan mental dan disiplin atlet, juga menjadi wadah untuk mencari bibit-bibit atlet potensial Kota Manado,” ujar Bonyx.

Ia menilai pengalaman bertanding yang diperoleh para pelajar menjadi modal penting dalam membangun karakter sekaligus meningkatkan kemampuan mereka untuk menghadapi kompetisi yang lebih tinggi di masa mendatang.
Bonyx mengatakan, keberanian tampil dalam sebuah kompetisi, kemampuan menerima kemenangan maupun kekalahan, serta kedisiplinan mengikuti aturan pertandingan merupakan bagian penting dari proses pembentukan seorang atlet.
Karena itu, menurutnya, pembinaan olahraga di tingkat pelajar perlu dilakukan secara berkesinambungan dan tidak berhenti setelah sebuah kompetisi selesai.

“Yang kita bangun bukan hanya kemampuan teknik. Mental, disiplin, sportivitas dan kemauan untuk terus berkembang juga harus ditanamkan sejak usia pelajar,” kata Bonyx.
Ia pun memberikan apresiasi kepada sekolah, guru pendamping, pelatih dan para atlet yang telah mengambil bagian dalam Liga Pelajar Manado 2026.
Menurutnya, tingginya partisipasi peserta menunjukkan bahwa minat generasi muda terhadap olahraga di Kota Manado masih sangat besar.

Bonyx juga menyoroti dukungan para orang tua yang hadir memberikan semangat kepada anak-anak mereka selama pertandingan berlangsung.
Antusiasme tersebut, kata dia, menjadi salah satu energi positif dalam menciptakan ekosistem olahraga yang sehat di kalangan pelajar.
“Animo anak-anak sangat baik. Kita melihat banyak atlet muda yang memiliki potensi untuk terus dikembangkan. Dukungan orang tua juga sangat penting karena proses pembinaan atlet tidak hanya berlangsung di arena pertandingan, tetapi juga membutuhkan dukungan dari lingkungan keluarga,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bonyx turut menyampaikan terima kasih kepada Wali Kota Manado Andrei Angouw dan Wakil Wali Kota Manado dr Richard Sualang, serta jajaran Pemerintah Kota Manado yang telah memberikan dukungan terhadap pelaksanaan Liga Pelajar Manado 2026.
Apresiasi yang sama disampaikan kepada para pengurus dari sembilan cabang olahraga yang dipertandingkan. Kolaborasi antara Dispora, pengurus cabor, sekolah, pelatih, atlet, panitia dan para suporter dinilai menjadi faktor penting sehingga seluruh rangkaian pertandingan dapat berjalan dengan baik.
“Terima kasih kepada semua pihak yang sudah bersama-sama mendukung kegiatan ini. Tanpa kerja sama dan dukungan dari berbagai pihak, pelaksanaan Liga Pelajar tentu tidak akan berjalan seperti yang kita harapkan,” ujar Bonyx.

Ia menambahkan, kelancaran seluruh pertandingan juga menjadi catatan positif dalam penyelenggaraan Liga Pelajar tahun ini.
“Seluruh pertandingan berjalan aman, lancar dan kondusif berkat kerja sama panitia, pihak sekolah, peserta dan suporter,” tambahnya.
Berakhirnya Liga Pelajar 2026 bukan berarti proses pembinaan juga selesai. Sebaliknya, para pelajar yang menunjukkan potensi selama kompetisi diharapkan dapat terus dipantau dan diberikan ruang untuk mengembangkan kemampuan.
“Para atlet muda berprestasi diharapkan dapat menjadi bagian dari regenerasi olahraga Kota Manado, sekaligus dipersiapkan menghadapi kompetisi di tingkat yang lebih tinggi”,pungkas Bonyx Saweho.***












