Iwadh Kampung Arab Menggema, Gubernur Yulius Selvanus Turun Langsung, Lebur Tanpa Sekat di Hari Kemenangan

oleh
oleh
Tradisi Iwadh Kampung Arab Idul Fitri
Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus, turun langsung mengikuti tradisi Iwadh di Kampung Arab Manado. Momen silaturahmi ini menunjukkan kedekatan pemimpin dengan warga tanpa sekat di hari Idulfitri.

MANADO | Portalsulutnew.com — Suasana hangat Idulfitri di Kampung Arab, Kelurahan Istiqlal, Kecamatan Wenang, mendadak terasa lebih hidup. Bukan sekadar tradisi, tetapi momentum kebersamaan yang benar-benar terasa ketika Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus SE, hadir langsung di tengah warga dalam tradisi Iwadh, Minggu (22/3/2026).

Di hari kedua Lebaran, tradisi tahunan ini kembali menjadi magnet silaturahmi. Namun kali ini, ada pesan kuat yang tersirat bahwa pemimpin tak hanya hadir di panggung seremonial, tetapi berjalan kaki menyusuri lorong-lorong sempit, menyapa, dan bersalaman dengan rakyatnya.

Didampingi jajaran pejabat teras Pemprov Sulut, Gubernur Yulius tak menjaga jarak. Ia membaur, mengikuti alur tradisi Iwadh sebuah ritual khas warga keturunan Arab yang sarat makna. Warga melakukan “tawaf kampung”, bergerak dari rumah ke rumah, atau berkumpul di kediaman tokoh masyarakat, saling membuka pintu maaf dan mempererat ikatan sosial.

Langkah kaki Gubernur Yulius bersama tokoh agama dan tokoh masyarakat seakan menegaskan satu hal yaitu tradisi bukan hanya untuk dilestarikan, tapi juga dirasakan bersama. Senyum, jabat tangan, dan sapaan hangat mengalir tanpa protokoler kaku.

Kehadiran orang nomor satu di Sulut ini menjadi simbol kuat kedekatan pemimpin dengan rakyat. Tidak ada sekat, tidak ada jarak, yang ada hanya kebersamaan dalam balutan nilai religius dan budaya.

Iwadh pun bukan lagi sekadar agenda tahunan. Ia menjelma menjadi panggung nyata bahwa kepemimpinan bisa hadir dengan cara paling sederhana, turun ke jalan, menyapa, dan merasakan denyut kehidupan masyarakat secara langsung.(romel)

No More Posts Available.

No more pages to load.