SULUT | Portalsulutnew.com — Menjelang lonjakan arus mudik Idul Fitri 1447 Hijriah, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Sulawesi Utara (BPJN Sulut) menunjukkan komitmen tanpa kompromi. Kerusakan jalan di ruas vital Poigar–Kaiya–Maelang–Biontong–Attinggola ditangani secara agresif melalui pekerjaan patching dan preservasi yang dipercepat.
Tak menunggu waktu, seluruh kontraktor pelaksana digerakkan. Bahkan, para Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) diturunkan langsung ke lapangan untuk memastikan setiap titik kerusakan ditangani cepat, tepat mutu, dan sesuai target. Fokusnya sangat jelas untuk keselamatan dan kenyamanan pemudik tidak boleh terganggu.
Kepala Satuan Kerja PJN Wilayah II, Rhismono, menegaskan pihaknya memberi instruksi tegas agar seluruh jajaran mengawal langsung proses perbaikan. Target ditetapkan lugas—H-7 Lebaran, titik-titik prioritas harus dalam kondisi mantap dan aman dilalui.
“Tidak ada ruang untuk kelalaian. Seluruh PPK kami turunkan untuk memastikan kontraktor bekerja maksimal. Sebelum Lebaran, minimal tujuh hari sebelumnya, jalan harus siap dilalui masyarakat,” tegas Rhismono, Sabtu (21/02/2026).
Ia menambahkan, perhatian utama difokuskan pada titik-titik rawan yang berpotensi membahayakan pengguna jalan, mulai dari lubang, retak buaya, hingga deformasi permukaan.
Menurutnya, masa mudik adalah fase krusial yang menuntut kesiapan infrastruktur tanpa cela.
“Kami tidak ingin ada hambatan signifikan di lapangan saat arus mudik. Karena itu, penanganan diprioritaskan agar kondisi jalan jauh lebih baik dan risiko kecelakaan bisa ditekan,” ujarnya.
Meski diakui penanganan menyeluruh membutuhkan proses bertahap, progres pekerjaan di lapangan terus menunjukkan perkembangan positif dari hari ke hari. Pengawasan dilakukan ketat untuk memastikan setiap tahapan berjalan sesuai rencana.
Pantauan di lapangan menunjukkan pekerjaan preservasi telah berjalan di sejumlah titik, khususnya pada ruas Poigar–Kaiya di Bolaang Mongondow hingga Maelang–Attinggola di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara. Paket preservasi tahun 2026 ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan meningkatkan kemantapan jalan nasional di Sulawesi Utara.
BPJN Sulut juga mengimbau masyarakat agar tetap berhati-hati saat melintasi lokasi pekerjaan dan mematuhi rambu serta arahan petugas. Potensi perlambatan arus lalu lintas mungkin terjadi selama proses perbaikan berlangsung.
“Kami mohon dukungan dan kesabaran masyarakat. Semua ini kami lakukan demi kepentingan bersama. Keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan adalah prioritas utama kami,” tutup Rhismono dengan penegasan.(*/romel)





